September 27, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Kostum Kreatif untuk Acara Assembly Sekolah

Mau tampil di Assembly sekolah atau lomba fashion show tapi bingung gimana dapat kostumnya? Bikin saja sendiri! Sahabat KKPK bisa minta tolong Bunda untuk membuatkan kostum kreatif, tapi jangan lupa bantu bikinnya juga ya. Biar makin senang dan tentunya bangga saat memakainya karena kostumnya home made

Misalnya nih assembly sekolah atau lomba fashion show-nya mengangkat tema “Profesi”, berikut ini ada contoh kostum dari diynetwork.com yang bisa banget dicoba. Kostum kreatif yang menggambarkan seorang pelukis. Ini dia langkah-langkah pembuatannya:

Alat dan Bahan:

Bahan:

  • Kain Fleece berwana kuning
  • Kain Flanel warna putih dan hitam
  • Flanel berbentuk kotak warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, coklat, kuning
  • HeatnBond UltraHold iron-on adhesive
  • Fasterner Tape

Alat:

  • Mesin Jahit
  • Setrika
  • dressmaker’s pins
  • Jarum pentul
  • Gunting
  • rotary cutter
  • Penggaris
  • self-healing cutting mat
  • craft knife

Langkah Pembuatan

Buat pola baju pada kertas lalu cetak di kain fleece dan flanel. Warna kuning untuk dibuat dress dan warna lain untuk warna cat air nya dibentuk oval. Sebelum pola yang oval digunting tempelkan dulu HeatnBond UltraHold , lalu disetrika. Baru setelah dibentuk pada kertasnya barulah digunting.

Baca Juga: Gaya Busana untuk Fashion Show Muslimah Anak

Lakukan hal yang sama pada kain flanel putih ya. Yang satu ini nantinya untuk sisi warna cat air untuk membentuk palette

Buat juga potongan kain Flanel putih membentuk persegi panjang .Buka tempelan sebelumnya lalu letakan di kain putih persegi kemudian setrika. Lakukan juga untuk potongan oval yang putih dan setrika juga sampai merekat

Satukan potongan pola hingga membentuk desain yang diinginkan. Lalu sematkan jarum pentul agar tidak bergeser saat dijahit.

Lalu jahit menggunakan mesin jahit.

Jangan lupa jahit bagian bahunya juga ya

Pasang juga perepet baju hehe, nama aslinya fastener tape ya sahabat KKPK, barangkali belum tahu

Jangan lupa buat topi baretnya biar makin mirip seniman pelukis

And taraa…. kostumnya jadi, seniman pelukis cilik!

September 19, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

5 mitos tentang Parenting

Ada banyak tips parenting saat ini, seolah ada tren baru setiap minggunya menjelaskan tentang cara terbaik untuk membesarkan anak. Atau peringatan akan hal terburuk. Dengan begitu banyak saran untuk parenting yang baik justru bisa membuat pusing. Ya enggak sahabat KKPK?

Bagi Ayah Bunda sahabat KKPK, dibawah ini ada pembahasan mitos atau fakta tentang parenting selama ini yang diungkapkan psikolog seperti yang dilansir dari psychcentral.com

Mitos: jika anak tidak terlihat bahagia atau ceria, berarti ada sesuatu yang salah

Dalam budaya kita, ada penekanan kuat akan kebahagiaan. Jadi jika anak tidak nampak bahagia hampir di setiap waktu atau dalam situasi tertentu, orang tua harus mulai khawatir.

Tapi itu hal yang normal dan sehat bagi anak untuk meraskan banyak emosi naik dan turun. Psikolog Jessica Michaelson menyebutkan bahwa justru hal tersebut lebih kaya dan nyata bagi anak dibandingkan sebuah kehidupan yang hanya happy saja.

Karena setiap diri kita lahir dengan rentang (range) pengalaman emosional, sebagian lebih banyak emosi negatif. Tapi itu menyehatkan untuk bisa “mampu merasakan dan deal with all of them

Mitos: Orang tua tidak seharusnya mengatakan tidak kepada anak

Foto: pexels.com

Orang tua generasi sebelumnya lebih ketat dan keras (strict) bukan karena memang dibutuhkan seperti itu, hanya saja masa itu adalah saat yang sulit. Tapi sekarang ini, yang dipercaya orang tua ialah mengatakan “tidak” pada anak-anak itu telalu keras dan berpotensi memberikan dampak tidak bagus

Bagaimanapun juga, mengatur batasan mengajarkan anak bermacam kemampuan dan membantu mereka untuk merasa aman. Mengatakan “tidak” tidak akan menyakiti dan akan baik-baik saja selama tidak dikatakan dalam nada yang keras dan menyalahkan. Ingat! konteks nya yang lebih penting, dibanding perkataannya

Mitos: parenting yang baik adalah tentang strategi yang bagus

Dibandingkan strategi tertentu dalam parenting , yang paling penting adalah mindset orang tua “bagaimana mereka berpikir, meraskaan dan berinteraksi dengan dunia”

Kepercayaan diri orang tua cenderung membangun kepercayaan diri anak. Menurut Michaelson, orang tua yang memiliki hubungan yang sehat cenderung membesarkan anak yang mempunyai hubungan yang sehat. Orang tua yang percaya dalam upaya mengarahkan ke hasil yang positif dan ketekunan setelah mengalami kegagalan, cenderung memiliki anak yang fleksibel dan opstimis. Dan berlaku juga sebaliknya

Michaelson yakin pendekatan terbaik untuk orang tua ialah menemukan insting parenting mereka sendiri dan bereksperimen dengan apa yang terbaik yang berhasil untuk anak. Michaelson mengartikan healthy parenting ialah bagaiaman bisa selaras dan responsif pada kebutuhan anak.

Baca Juga: 5 Aktivitas Seru untuk Bonding Bunda dan Si Kecil

Mitos: orang tua yang baik mendahulukan kebutuhan anak mereka

Foto: pexels.com

Memiliki Anak-anak bisa sangat menghabiskan banyak hal dan hal ini membuat banyak orang tua mengabaikan kebutuhan personal mereka

Tapi sahabt sangat penting bagi orang tua untuk “memakai masker oksigen mereka di awal”. Hal ini tidak hanya membantu orang tua tetap sehat tapi juga menyampaikan pada anak bahwa orang tua berada di posisi atas dalam sistem (organisasi) keluarga.

Dengan begitu orang tua bisa melindungi anak-anak dari hal yang merugikan. Ketika anak mengambil alih jauh di dalam hati mereka merasa takut karena tahu ini akan mengecewakan sistem yang bermaksud melindungi mereka.

Baca Juga: 5 Cara Asyik Mengajarkan Anak Huruf Hijaiyah

Mitos: pernikahan akan terabaikan ketika membesarkan anak

Foto: pexels.com

Lagi-lagi parenting adalah tentang menghabiskan banyak hal, sebagian orang juag melalaikan pernikahan mereka .

Contohnya, pasangan suami istri bisa jadi hanya berkomunikasi ketika ada konflik, terikat pada aktivitas individu dan tidak menghabiskan waktu tanpa anak-anak mereka. pernikahan menjadi satu dimensi saja yakni fokus hanya pada parenting buat pertemanan atau keintiman.

Anak-anak belajar bagaimana memiliki hubungan yang akrab dengan melihat orang tua. maka hal yang terpenting yang dilakukan orang tua ialah memelihara hubungan dengan pasangan.

Michaelson menyarankan untuk melakukannya dengan berterimakasih, memuji dan saling beinterkasi satu sama lain. Juga menyarankan orang tua untuk melakukan kesenangan tanpa anak-anak.

Ketika berbicara soal parenting banyak sekali hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dan semua cenderung berubah-rubah. Akhirnya, kunci untuk good parenting dan good life adalah tetap engaged dengan diri sendiri, pasangan dan anak-anak.

June 9, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Tips dan Trik Supaya Bukumu Diterbitkan KKPK, Begini Caranya!

Penulis mana sih yang tidak ingin bukunya diterbitkan? Semua penulis pasti ingin dong bukunya diterbitkan, apalagi jika diterbitkan oleh penerbit besar. Pasalnya, banyak keuntungan yang bisa diperoleh.