Category: Parenting

October 7, 2019 by [email protected] 0 Comments

Cara Dapatkan Quality Time-nya Ibu dan anak

Ada banyak cara dan kegiatan untuk menghabiskan quality time antara ibu dan anak. Berikut ini rekomendasi buat sahabat KKPK

September 22, 2019 by [email protected] 0 Comments

Lomba Fashion Show Bangun Kepercayaan Diri Si Kecil

Lomba fashion show dapat bantu membangun kepercayaan diri anak sejak kecil. Berjalan di depan banyak orang hingga berpose ala model profesional

September 21, 2019 by [email protected] 0 Comments

Hubungan Orang Tua dan Anak: Apa yang Sebenarnya Anak Butuhkan?

Bersamaan menjadi orang tua datang pula banyak tekanan untuk melakukan dan memberikan yang terbaik untuk anak. Terkadang orang tua dibuat bingung

September 21, 2019 by [email protected] 0 Comments

Parenting: Pentingnya Trauma Healing Pasca Bencana Untuk Anak

Bencana alam menyisakan rasa traumatis bagi semua orang yang terkena dampaknya tak terkecuali anak-anak. Anak bisa mengalami rasa tertekan,

September 19, 2019 by [email protected] 0 Comments

5 mitos tentang Parenting

Ada banyak tips parenting saat ini, seolah ada tren baru setiap minggunya menjelaskan tentang cara terbaik untuk membesarkan anak. Atau peringatan akan hal terburuk. Dengan begitu banyak saran untuk parenting yang baik justru bisa membuat pusing. Ya enggak sahabat KKPK?

Bagi Ayah Bunda sahabat KKPK, dibawah ini ada pembahasan mitos atau fakta tentang parenting selama ini yang diungkapkan psikolog seperti yang dilansir dari psychcentral.com

Mitos: jika anak tidak terlihat bahagia atau ceria, berarti ada sesuatu yang salah

Dalam budaya kita, ada penekanan kuat akan kebahagiaan. Jadi jika anak tidak nampak bahagia hampir di setiap waktu atau dalam situasi tertentu, orang tua harus mulai khawatir.

Tapi itu hal yang normal dan sehat bagi anak untuk meraskan banyak emosi naik dan turun. Psikolog Jessica Michaelson menyebutkan bahwa justru hal tersebut lebih kaya dan nyata bagi anak dibandingkan sebuah kehidupan yang hanya happy saja.

Karena setiap diri kita lahir dengan rentang (range) pengalaman emosional, sebagian lebih banyak emosi negatif. Tapi itu menyehatkan untuk bisa “mampu merasakan dan deal with all of them

Mitos: Orang tua tidak seharusnya mengatakan tidak kepada anak

Foto: pexels.com

Orang tua generasi sebelumnya lebih ketat dan keras (strict) bukan karena memang dibutuhkan seperti itu, hanya saja masa itu adalah saat yang sulit. Tapi sekarang ini, yang dipercaya orang tua ialah mengatakan “tidak” pada anak-anak itu telalu keras dan berpotensi memberikan dampak tidak bagus

Bagaimanapun juga, mengatur batasan mengajarkan anak bermacam kemampuan dan membantu mereka untuk merasa aman. Mengatakan “tidak” tidak akan menyakiti dan akan baik-baik saja selama tidak dikatakan dalam nada yang keras dan menyalahkan. Ingat! konteks nya yang lebih penting, dibanding perkataannya

Mitos: parenting yang baik adalah tentang strategi yang bagus

Dibandingkan strategi tertentu dalam parenting , yang paling penting adalah mindset orang tua “bagaimana mereka berpikir, meraskaan dan berinteraksi dengan dunia”

Kepercayaan diri orang tua cenderung membangun kepercayaan diri anak. Menurut Michaelson, orang tua yang memiliki hubungan yang sehat cenderung membesarkan anak yang mempunyai hubungan yang sehat. Orang tua yang percaya dalam upaya mengarahkan ke hasil yang positif dan ketekunan setelah mengalami kegagalan, cenderung memiliki anak yang fleksibel dan opstimis. Dan berlaku juga sebaliknya

Michaelson yakin pendekatan terbaik untuk orang tua ialah menemukan insting parenting mereka sendiri dan bereksperimen dengan apa yang terbaik yang berhasil untuk anak. Michaelson mengartikan healthy parenting ialah bagaiaman bisa selaras dan responsif pada kebutuhan anak.

Baca Juga: 5 Aktivitas Seru untuk Bonding Bunda dan Si Kecil

Mitos: orang tua yang baik mendahulukan kebutuhan anak mereka

Foto: pexels.com

Memiliki Anak-anak bisa sangat menghabiskan banyak hal dan hal ini membuat banyak orang tua mengabaikan kebutuhan personal mereka

Tapi sahabt sangat penting bagi orang tua untuk “memakai masker oksigen mereka di awal”. Hal ini tidak hanya membantu orang tua tetap sehat tapi juga menyampaikan pada anak bahwa orang tua berada di posisi atas dalam sistem (organisasi) keluarga.

Dengan begitu orang tua bisa melindungi anak-anak dari hal yang merugikan. Ketika anak mengambil alih jauh di dalam hati mereka merasa takut karena tahu ini akan mengecewakan sistem yang bermaksud melindungi mereka.

Baca Juga: 5 Cara Asyik Mengajarkan Anak Huruf Hijaiyah

Mitos: pernikahan akan terabaikan ketika membesarkan anak

Foto: pexels.com

Lagi-lagi parenting adalah tentang menghabiskan banyak hal, sebagian orang juag melalaikan pernikahan mereka .

Contohnya, pasangan suami istri bisa jadi hanya berkomunikasi ketika ada konflik, terikat pada aktivitas individu dan tidak menghabiskan waktu tanpa anak-anak mereka. pernikahan menjadi satu dimensi saja yakni fokus hanya pada parenting buat pertemanan atau keintiman.

Anak-anak belajar bagaimana memiliki hubungan yang akrab dengan melihat orang tua. maka hal yang terpenting yang dilakukan orang tua ialah memelihara hubungan dengan pasangan.

Michaelson menyarankan untuk melakukannya dengan berterimakasih, memuji dan saling beinterkasi satu sama lain. Juga menyarankan orang tua untuk melakukan kesenangan tanpa anak-anak.

Ketika berbicara soal parenting banyak sekali hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dan semua cenderung berubah-rubah. Akhirnya, kunci untuk good parenting dan good life adalah tetap engaged dengan diri sendiri, pasangan dan anak-anak.

September 12, 2019 by [email protected] 0 Comments

Kembar Terpisah yang Dipertemukan Kembali

Layaknya kisah dalam sinetron di layar TV tentang anak yang terpisah, kemudian dipertemukan, dua anak perempuan kembar terpisah asal Cina bertemu lagi.