Category: Entertainment

May 2, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

5 Rekomendasi Film Anak Indonesia

Film anak karya anak negeri ternyata juga tak kalah bagus dan bermakna dengan film-film barat. Selain bisa mempererat ikatan keluarga film-film ini juga menyuguhkan musik berkualitas yang akan selalu terkenang.

  1. Petualangan Sherina (2000)

Film karya Mira Lesmana dan Riri Riza ini menjadi film fenomenal yang akan selalu diingat berbagai generasi. Film musikal ini bertemakan keluarga dan persahabatan. Sherina (Sherina Munaf) seorang gadis yang masih duduk di bangku SD harus rela berpisah dengan teman-temannya di Jakarta. Kepindahan Sherina ke Bandung ternyata tidak disambut baik Sadam (Derby Romero), mereka pun menjadi rival di sekolah. Tapi, ternyata keluarga mereka berdua membuat Sherina dan Sadam bertemu di luar sekolah. Mereka pun memulai petualangannya saat diculik bersama.

  • Untuk Rena (2005)

Masih merupakan film karya Miles Films, Untuk Rena merupakan film pertama Maudy Ayunda. Maudy berperan sebagai Rena, seorang gadis yatim piatu yang tinggal di Rumah Matahari. Di sana, Rena berusaha melindungi anak-anak yatim lain yang dia anggap sebagai adik sendiri dari para orang asing yang akan mengadopsi mereka. Begitu pun saat Oom Yudha (Surya Saputra) datang, Rena menyuruh semua anak bersikap hati-hati. Tapi, ternyata Rena mulai merasa dekat dengan Oom Yudha.

  • Laskar Pelangi (2008)

Berawal dari buku laris karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi diangkat ke layar lebar. Riri Riza sebagai sutrada memang selalu apik memberikan tontonan yang berkualitas. Berkisah tentang SD Muhammadiyah Gantong yang mempunyai 10 orang siswa dan dua orang guru. Menonton film ini akan membuat hati kita terasa hangat dengan persahabatan Ikal, Lintang, Mahar dkk. Mereka masing-masing mempunyai keunikan dan masalahnya masing-masing untuk bisa terus bersekolah.

  • Tendangan dari Langit (2011)

Film bertema sepak bola ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Bercerita tentang perjuangan Wahyu dalam meraih kesempatan emas yang datang menghampirinya. Wahyu hanyalah seorang anak penjual minuman di lereng Gunung Bromo, yang mencari uang dengan bermain bola dari satu tim desa ke tim desa lain. Sampai suatu hari Wahyu dihadapkan dengan pilihan-pilihan sulit di usianya yang baru 16 tahun.

  • Keluarga Cemara (2019)

Film Keluarga Cemara diangkat berdasar novel berseri karya Arswendo Atmowiloto yang sukses dibuat sinetron pada tahun 1996-2005 dengan judul yang sama. Keluarga Cemara versi film berawal dari kebangkrutan seorang abah yang mengahruskan dia dan keluarganya pindah ke desa. Terbiasa hidup mewah di kota anak-anak abah Euis dan Ara pun harus melewati adaptasi. Konflik Abah dengan pekerjaannya dan Euis dengan sekolah dan teman-temannya menjadikan film keluarga ini sarat makna akan keluarga.

Selamat menonton bersama keluarga tercinta!

May 2, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

5 Karakter Anak Ajaib di Film Charlie and The Chocolate Factory

Menonton film bersama anak bisa jadi sarana belajar yang menyenangkan. Tak hanya untuk anak, orang tua pun dapat belajar menjadi lebih baik dari film keluarga. Charlie and Chocolate Factory adalah film bertema keluarga yang asyik diperankan aktor serbabisa Johny Depp.Di film ini ada empat karakter anak yang dapat memberikan pelajaran berharga bagi anak sekaligus orang tua.

  • Si Manja Veruca

Veruca dibesarkan layaknya di istana, ayah yang kaya raya dan sangat memanjakannya membuat Veruca tumbuh menjadi anak yang angkuh dan egois. Setiap keinginannya untuk mendapatkan sesuatu selalu disertai perangai jelek yang tidak patut dicontoh. Tapi, akhirnya Veruca mendapat balasan atas sikapnya ini. Peran orang tua tentu sangat penting untuk menjelaskan pada anak bahwa tidak semua yang mereka inginkan bisa didapatkan.

  • Si Kompetitif Violet

Jiwa kompetitif Violet sudah terbentuk sejak kecil. Dia terbiasa menjadi juara, sehingga membuat sikapnya temperamen dan kesulitan untuk berempati. Karakter Violet dapat memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi jika anak selalu ingin menang di setiap kesempatan. Melatihnya untuk dapat menerima kekalahan dan kegagalan bisa mengajarkan anak untuk dapat mengendalikan amarah.

  • Si Maniak Game Mike

Mike adalah jenius yang tenggelam dalam dunia video games. Kecerdasan yang tak terkendali membuatnya menjadi anak yang sulit diatur dan keras hati. Mike pun dapat belajar sesuatu saat dia keluar dari zona nyamannya (dunia video game). Karakter Mike menggambarkan akibat yang bisa terjadi jika anak dibiarkan terus menerus bermain game tanpa kontrol orang tua.

  • Si Rakus Augustus

Augustus menjadi anak yang tidak berpikir sehat jika sudah dihadapkan dengan makanan favoritnya. Tujuannya hanya satu, rasa lezat. Hal itu pula yang membuatnya menderita di film ini. Sikap rakus Augustus bisa lebih terkendali jika dia belajar tentang senangnya berbagi.

  • Si Baik Hati Charlie

Lawan dari sikap buruk ke empat anak tersebut, ada Charlie. Si anak baik hati yang berasal dari keluarga miskin. Charlie mengajarkan anak-anak lain tentang mencintai keluarga, dan mau berbagi meski dia hanya punya sedikit. Charlie penuh digambarkan kreatif dan penuh energi positif. Anak dambaan setiap orang tua. Bagaimana Charlie bisa menjadi seperti itu? Kita pun bisa berkaca bagaimana keseharian Charlie di rumah bersama keluarganya.

Meski film Charlie and The Chocolate Factory ini dirilis tahun 2005 silam, tapi pesan dan nilai-nilai di dalamnya masih sangat related dengan kondisi di banyak keluarga saat ini. 

April 13, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Tips Menjadi Youtuber Cilik ala Zara Cute

Kini, udah gak asing mendengar istilah Youtuber, bahkan gak sedikit anak yang cita-citanya ingin jadi Youtuber sukses seperti Zara Cute. Nah, gimana sih kalau mau mulai jadi Youtuber cilik?

  • Tentukan Konten

Penting untuk menyukai apa yang akan kita buat, karena dengan rasa suka itu kita pun jadi bersemangat mencoba. Misal kalau anak perempuan senang buku-buku bertema disney princess, bisa banget loh dijadikan konten. Review buku dan semua hal berbau disney princess. Jadi akun Youtube-mu akan dicari oleh anak-anak yang juga senang princess. Seru kan?

  • Memilih Nama Channel

Nama channel jadi salah satu hal yang menentukan orang akan datang lagi ke akun kita atau tidak. Jika namanya terlalu sulit diingat atau diucapkan, penonton tentu jadi malas berkunjung kembali. Maka, pilih nama yang unik dan mudah diingat ya.

  • Membuat Konsep

Setelah menentukan konten, PR selanjutnya adalah mengonsep apa saja yang akan kita lakukan dan ucapkan dari awal hingga akhir video. Tulis pembukaan dan penutup, juga isi yang ingin disampaikan ke penonton. Cara pengambilan gambar dan apa saja yang akan diambil. Mengonsep video ini membuat kita jadi tidak kebingungan saat merekam nanti, sekaligus belajar jadi produser cilik.

  • Mengedit

Untuk pemula, kalian bisa mengedit menggunakan aplikasi yang ada di HP. Yang sudah menyediakan lagu, tulisan, juga stiker-stiker lucu seperti app InShot atau VivaVideo. Durasinya bisa dimulai dari yang pendek dulu seperti di bawah 5 menit.

  • Mencari Referensi

Jika masih kebingungan video yang kita buat akan jadi seperti apa, kalian bisa cari referensi channel Youtube anak yang sudah banyak disukai orang. Seperti channel Zara Cute yang sudah punya satu juta subscribers. Oia, kalian juga bisa belajar jadi Youtuber cilik dari bukunya zara yang berjudul Little Youtuber Diary

Ayo, pesan sekarang juga di Mizanstore atau Shopee mumpung masih harga pre order!

April 13, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

5 Rekomendasi Channel Youtube untuk Anak, Seru Sekaligus Mendidik

Saat mendampingi anak menonton Youtube, orang tua juga harus memiliki daftar tontonan aman dan mendidik. Selain anak merasa terhibur dengan Youtube, mereka juga bisa banyak belajar melalui lagu dan cerita-cerita yang menginspirasi. Yuk, cari tahu channel Youtube yang baik untuk anak!

  • PinkFong

Pasti anak-anak juga orang tua sudah tidak asing kan dengan video lagu Baby Shark yang terkenal itu? Nah, channel PinkFong lah yang membuat video tersebut. Masih lebih banyak lagi lagu-lagu berbahasa inggris yang mengajak anak menyanyi sambil menari. Dengan gerakan yang mudah anak pun akan tertarik untuk ikut menari. Jadi gak cuma diam menonton, positifnya badan anak juga diajak gerak seperti berolahraga. Oia, meski berbahasa Inggris PinkFong sendiri berasal dari Korea, loh.

  • Diva The Series

Jika anak Anda senang menonton film kartun, maka Diva The Series bisa menjadi pilihan seru. Diva adalah anak perempuan yang akan berbagi cerita bersama teman-temannya. Kisah Diva akan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak Indonesia karena memang buatan anak bangsa.

  • Blippi

Anak-Anak pasti senang diajak jalan-jalan sama Om Blippi, tokoh laki-laki berkaca mata, memakai berbaju cerah dengan topi warna-warni  yang berperan sebagai host di video-videonya. Blippi dengan semangat mengajak anak-anak masuk ke dalam mobil pemadam kebakaran, ke area bermain terbesar di Amerika, dan banyak lagi. Seru!

  • Nussa Official

Ada lagi nih, karya anak bangsa yang banyak mencuri perhatian dari awal penayangannya di Youtube. Kisah tentang kakak beradik Nussa dan Rara yang akan mengajak anak-anak belajar nilai-nilai Islami dari kejadian sehari-hari. Selain itu, Nussa dan Rara juga suka mengajak bernyanyi lagu-lagu yang masih bernuansa islam. Wah cara belajar agama yang menyenangkan ya!

  • Zara Cute

Zara dan keluarganya selalu bisa menghibur penonton cilik melalui channelnya. Ada video jalan-jalan, unboxing, orang tua pun bisa belajar tentang homeschooling. Selain itu Zara juga menulis buku loh, komik Little Youtuber Diary ini bisa jadi alternatif kegiatan untuk mengalihkan anak dari gadget. Buat yang penasaran bisa langsung pesan melalui Mizanstore atau Shopee sekarang, mumpung masih harga pre order.

April 13, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

4 Cara Mudah Mengatasi Kecanduan Youtube pada Anak

Semakin mudah akses orangtua terhadap Youtube, maka semakin besar kesempatan anak terpapar gadget. Kini, sudah menjadi hal wajar saat anak bahkan yang masih bayi diberikan “pil penenang” agar tidak mudah rewel dengan diberikan tontonan Youtube. Tapi, pasti para orangtua pun merasa khawatir dengan efek buruk kecanduan Youtube yang sudah banyak dirasakan anak-anak. Bagaimana cara mengatasinya?

  • Batasi Waktu Penggunaan Gadget

Dari awal memberikan gadget pada anak, para orangtua harus mempunyai kontrol terhadap waktu pemakaiannya. Untuk anak yang masih balita terus beri tahukan secara langsung bahwa anak hanya punya waktu menonton maksimal 60 menit. Meski belum mengerti, anak akan merasa bahwa menonton Youtube adalah hal mewah yang tidak bisa dia minta sepanjang hari.

  • Perbanyak Waktu Bersama Anak

Anak akan selalu jadi peniru ulung. Maka, sebagai orangtua kita harus bisa menjadi panutan yang baik bagi mereka. Saat melarang anak menonton Youtube tentu kita pun harus menyingkirkan gadget dari genggaman. Ajak anak melakukan kegiatan bersama yang tak kalah seru dan menyenangkan. Anak akan lebih mudah dibujuk saat kita punya banyak pilihan kegiatan lain.


www.thestatesman.com
  • Membuat Kontrak Kesepakatan

Untuk anak yang sudah memasuki usia sekolah, kita sudah bisa bernegosiasi dengan membuat kontrak kesepakatan bersama. Tentu disesuaikan dengan usianya, jika masih TK bisa memulai “kontrak” dengan permainan stiker, koin, atau tiket bergambar kartun favorit anak. Beritahukan bahwa anak hanya punya 6 stiker, 1 stiker bernilai 10 menit nonton Youtube atau acara favoritnya.

Untuk yang lebih besar dan sudah bisa menggunakan gadget sendiri, bisa mulai diberikan pemahaman tentang berapa lama dia boleh menggunakannya, kapan saja waktunya, dan apa saja yang harus dihindari.

  • Tumbuhkan Minat Baca

Memfasilitasi anak dengan gadget bisa diimbangi orangtua dengan membelikan anak buku-buku bacaan sesuai usia dan kesukaannya. Tidak musti buku-buku yang berkaitan langsung dengan pendidikan atau sekolahnya, buku-buku dengan karakter favoritnya di Youtube bisa menjadi pilihan yang lebih mudah untuk mengalihkan perhatiannya.

Misalnya jika anak Anda senang menonton channel Zara Cute di Youtube, bisa juga memberikan pilihan positif lain dengan membelikannya Komik KKPK Little Youtuber Diary karya Zara. Bisa pesan via mizanstore atau shopee sekarang mumpung masih harga pre order.

Nah, cara terakhir yang bisa orangtua lakukan adalah mendampingi anak. Jika tidak bisa selalu membersamainya bermain bisa didelegasikan kepada pendamping anak di rumah saat orangtua tidak hadir. Semangat ya, moms and dads!