Category: Bacaan Komik

October 29, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Alasan Kenapa Harus Baca Komik Anak

Beberapa orang tidak menganggap serius komik layaknya buku bacaan lain, termasuk komik anak. Dan kebanyakan orang juga tidak menyadari manfaatnya

October 23, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Komik Anak Tingkatkan Minat Baca

Tahu tidak, ternyata komik bisa bantu tingkatkan minat baca anak! Kemampuan membaca pada anak memang berkembang secara bertahap

October 22, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Ini dia Komik Anak Buat Seorang K-Popers

Segala hal tentang Korea, akan selalu menarik buat kamu yang memang seorang K-Popers. Termasuk jika ada komik anak yang mengangkat cerita tentang idola mu

March 5, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Komik Squishy Si Pinky: Mendidik Generasi Berkarakter Tanggung Jawab

Judul               : Squishy Si Pinky
Penulis           : Mutiara Sya’bani, dkk.
Penerbit          : DAR! Mizan
Terbit              : 2018
Tebal               : 88 halaman
ISBN               : 978-602-420-673-4
Presensi          : Al-Mahfud

            Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter positif yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan tanggung jawab, anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bisa dipercaya. Ketika berjanji, ia akan menepatinya. Ketika menjadi seorang pemimpin, ia akan menjadi pemimpin yang amanah. Banyaknya fenonena pejabat yang korupsi dan ingkar janji menandakan krisis sikap tanggung jawab. Di sinilah kemudian, menjadi penting untuk menanamkan sikap tanggung jawab sejak dini.  

            Banyak cara bisa dilakukan guna menanamkan sikap tanggung jawab tersebut,. Salah satunya adalah dengan media buku atau komik. Squishy Si Pinky adalah sebuah buku komik yang relevan dijadikan media menanamkan sikap tanggung jawab pada anak. Buku ini berisi lima cerita yang ditulis oleh Mutiara Sya’bani, Alifia Najwa Abidah, Abdurrahmansyah, Lilla Nabila, dan Azyan Alilah Rayesa. Karena ditulis oleh anak-anak, gaya bahasa dan cerita di buku ini menjadi semakin cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak pula.

            Tak sekadar cerita, buku ini juga disertai gambar. Gambar-gambar tersebut merupakan karya Gino, Via L. Dewanty, Tahta L. Benu, Gagat Ekasakti, Yaasiinta A. Cariens. Tak sekadar menarik, cerita-cerita di buku ini juga menyimpan banyak pelajaran hidup yang penting untuk diresapi anak-anak. Cerita berjudul Squishy si Pinky memberi kita pelajaran tentang pentingnya menepati janji dan bertanggung jawab. Cerita yang ditulis Mutiara Sya’bani dan disertai gambar dari Tahta L. Benu ini mengisahkan Pinky, seorang anak yang berjualan Squisy di sekolah.

Baca juga: Cara Membuat Squishy Slow

            Karena terlalu bersemangat berjualan, Pinky sampai dengan mudah menerima banyak pesanan dari temannya. Padahal, Squisy yang ia jual tersebut adalah buatan kakaknya. “Hah? Ada sepuluh orang lebih yang pesan? Apa bisa kita penuhi?” tanya kakaknya dengan khawatir ketika mengetahuinya. “Bisa kak, tenang aja, nanti aku bantu membuatnya, kak,” jawab Pinky dengan santai. Teman-teman Pinky sebenarnya sempat meragukan Pinky, karena dulu waktu Pinky jualan gantungan kunci banyak pesanan yang tidak lekas ia kerjakan. Setiap kali ditanya, Pinky selalu beralasan antrean masih panjang.

            Kini, ia menerima banyak pesanan Squisy. Dua minggu kemudian, ternyata kekhawatiran teman-teman tersebut benar-benar terjadi. Ketika teman-teman mulai menanyakan Squisy pesanan mereka pada Pinky, Pinky tidak bisa menjawab. Padahal, mereka yang sudah memesan sudah membayar pada Pinky.

            Karena terus dikejar-kejar temannya, Pinky pun mengadu pada kakaknya. Kakak Pinky langsung menegur adiknya yang ceroboh. “Kakak kan sudah bilang, jangan terima uang sebelum barangnya siap?” Kakak pun meminta Pinky mengembalikan uang teman-temannya. Namun, ternyata Pinky sudah menggunakan uang tersebut untuk membeli boneka little pony. Kakak Pinky semakin kecewa. “Kamu harus tanggung jawab. Atau kakak laporkan kepada bunya,” kata kakak tegas. Pinky pun semakin khawatir. “Bunda jangan sampai tahu, kak. Nanti bunda marah dan kecewa,” kata Pinky.

            Karena kakak Pinky sangat menyayangi adiknya, akhirnya ia memaafkan dan tidak melaporkan adiknya itu pada bunda. Ia meminta Pinky mengambil catatan nama-nama temannya yang memesan squisy. Lalu kakak meminjami Pinky sejumlah uang untuk diberikan pada teman-temannya yang sudah memesah squisy sebagai ganti. Bahkan, kakak juga meminta Pinky mengembalikan uang teman-temannya yang memesan gantungan kunci namun tak dibuatkan. “Kembalikan juga uang mereka,” kata kakak. Pinky sangat berterima kasih pada kakaknya. Ia sadar telah melakukan kesalahan dan berjanji tak mengulanginya lagi.

            Kisah Pinky memberi pelajaran berharga tentang pentingnya bertanggung jawab atas janji yang sudah dibuat. Sebab janji adalah hutang yang harus dibayar dengan ditepati. Pinky telah lalai menerima banyak pesanan squishy, padahal ia belum tentu bisa membuatnya. Pesan pentingnya, jika tak bisa memenuhi suatu janji, sebaiknya kita tidak menjanjikan sesuatu. Sebab, jika janji tidak kita tepati, akan ada orang-orang yang akan kita rugikan. Di samping kisah tersebut, masih ada beberapa kisah lain yang juga menyimpan nilai-nilai penting, seperti kemandirian dan berbaik sangka dalam kisah berjudul Surat Cinta untuk Bunda dan Misteri Gembok Pagar.

            Akhirnya, buku komik ini menjadi salah satu media yang menarik untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak. Dengan membacanya, di samping membuat anak terhibur karena sajian cerita disertai gambar, juga membuat anak meresapi berbagai pesan penting tentang nilai-nilai tanggungjawab, kemandirian, dan sebagainya. Selamat membaca!

March 5, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Komik Adikku Pahlawanku: Hobi Menjadi Bisnis

Judul                  : Adikku Pahlawanku

Penulis              : Fayanna Ailisha D.

Kategori           : Buku Anak

Penerbit            : DAR! Mizan

Tahun Terbit  : November 2018

Halaman           : 92 hlm; 21 cm

ISBN                   : 978-602-420-706-9

Peresensi         : Yusrina Sri

Tari dan adiknya Lista gemar melukis, terutama Tari. Ia sangat suka melukis. Apalagi melukis gambar tokoh-tokoh kartun favoritnya. Meskipun Tari terlahir cacat sejak lahir dengan sebelah kakinya yang lebih kecil dan pendek dari kaki satunya lagi sehingga ia terpaksa berjalan pincang, namun itu tidak menjadikan ia berputus asa. Tari anak yang pintar, santun, salehah, disenangi banyak orang, dan juga mahir melukis. Meski ia sering diganggu dan diusilin temannya Tania karena ia cacat, ia tetap baik dan bersemangat.

Di saat sang ayah di-PHK dan tidak kunjung mendapatkan pekerjaan selama beberapa minggu, Tari memanfaatkan hobi melukisnya untuk menjadi jalan bisnis bagi sang ayah, yaitu bisnis perabot yang unik karena mendapat sentuhan lukisan Tari dan Lista yang imut dan menarik. Ayah bertugas membuat perabot seperti lemari dan rak buku, lalu Tari dan Lista akan melukisnya dengan tokoh kartun favorit mereka atau lukisan apa pun yang mereka sukai sesuai dengan kreativitas mereka.

Baca juga: 5 Penulis Cilik Kece di Indonesia

Secara berangsur-angsur, bisnis keluarga Tari yang dinamakan TaLis Wooden Production itu mulai dikenali konsumen dan kebanjiran order, sehingga Ayah harus menambah tenaga pekerja di pabrik untuk membantunya membuat perabotan yang akan dilukis Tari dan Lista sepulang sekolah setelah tugas rumah mereka selesai. Ibu juga diajari Tari untuk melukis sehingga bisa membantu pekerjaan mereka. Produksinya juga tidak lagi sekadar lemari dan rak buku, tapi juga vas lukis, dan sebagainya sesuai pesanan konsumen. Bisnis terus berkembang hingga Ayah harus menyewa sebuah bangunan yang tidak jauh dari rumah untuk menjadi tempat produksi perabot, karena semakin banyaknya order dan bertambahnya jumlah karyawan sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas.

Pesan sekarang DI SINI

Meskipun bisnis TaLis Wooden Production sempat mengalami masalah akibat tiga karyawan yang berhenti dan membuat rumah produksi perabot sendiri dan menjelek-jelekkan bisnis keluarga Tari dengan mengatakan kualitas kayunya jelek, bukan jati asli, dan sebagainya, namun bisnis tersebut tetap berkembang bahkan semakin maju pesat. Konsumen yang sebelumnya sempat beralih ke tempat lain pada akhirnya kembali karena mengetahui kualitas produksi mereka yang bagus, unik, dan menarik.

Tari dan Lista membuktikan bahwa bahkan hal kecil seperti hobi melukis pun dapat menjadi jalan bisnis yang menjanjikan. Bahwa sesulit apa pun masalah hidup, pasti akan selalu ada jalan keluar, dan rencana Allah selalu lebih baik daripada rencana manusia, dan kehendak Allah selalu di atas segalanya. Kita hanya perlu berusaha, berdoa, tidak pernah berputus asa, apalagi menyerah.[]

March 5, 2019 by admin@kkpk 0 Comments

Komik Gara-Gara Ramen: Persahabatan Yang Sejati

Judul                   : Gara-Gara Ramen

Penulis              : Mutiara Sya’bani, Alifia Najwa Abidah, Athifa Cariessya Z., Chandra Hernaldi, Talitha Alifiyah

Kategori           : Buku Anak

Penerbit            : DAR! Mizan

Tahun Terbit  : November 2018

Halaman           : 88 hlm; 21 cm

ISBN                   : 978-602-420-708-3

Peresensi         : Yusrina Sri

Gara-Gara Ramen adalah buku anak yang merupakan seri Komik Kecil-Kecil Punya Karya yang terdiri dari lima cerita yaitu Gara-Gara Ramen oleh Mutiara Sya’bani, Bibir Persahabatan oleh Alifia Najwa Abidah, Kerudung yang Hilang oleh Talitha Alifiyah, Obat untuk Ibu oleh Chandra Hernaldi, dan Sepatu Baru Adinda oleh Athifa Cariessya Z. Kelima cerita tersebut mengisahkan hubungan persahabatan yang solid dan erat.

Seperti persahabatan empat sekawan Zahra, Aysha, Azka, dan Zeka dalam Bibit Persahabatan. Keempatnya kompak berencana menggalakkan peduli lingkungan dengan membagikan poster dan bibit untuk ditanam. Azka dan Zeka bertugas membuat poster sebanyak lima puluh poster, dan Zahra dan Aysha bertugas membeli bibit rambutan dan jambu sebanyak lima puluh bibit, yang kemudian mereka bagikan ke tetangga di blok tempat mereka tinggal.

Empat sekawan itu menunjukkan bahwa meskipun mereka masih kecil, meskipun tidak memliki banyak uang dan tenaga, mereka mampu menjadi pelopor kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, bagaimana agar masyarakat mulai peduli pada lingkungan sekitar, kepada tumbuhan, kepada sampah, dan sebagainya yang semua itu penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Mereka membuat poster dengan kreativitas mereka, lalu menggunakan uang kas persahabatan mereka untuk mencetak poster dan membeli bibit rambutan dan jambu, untuk kemudian dibagikan ke masyarakat sekitar.

Baca juga: Ramen: Mi Khas Jepang yang Lezat

Kemudian kisah persahabatan antara Bayu, Brian, dan Satria. Ibu Bayu sedang sakit dan membutuhkan obat berupa racikan dari tanaman tradisional. Bayu berjanji akan mencari tanaman tersebut ke hutan. Brian dan Satria tidak tinggal diam. Mereka semangat membantu Bayu. Akhirnya tanaman-tanaman itu pun diperoleh, sehingga Bayu bisa membuatkan racikan obat untuk ibunya. Cerita ini tertuang dalam Obat untuk Ibu, di mana Brian dan Satria menunjukkan bahwa sahabat itu selalu ada di saat susah maupun senang, saling membantu dan menolong, ada di saat teman kesusahan dan bersedih.

Lain lagi dengan kisah Sepatu Baru Adinda, yang bercerita tentang persahabatan antara Lala dan Adinda. Adinda yang merupakan anak seorang penjual gorengan di sekolah mereka terpilih untuk mengikuti lomba lari tingkat kecamatan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, namun Adinda merasa sedih dan galau karena sepatunya telah rusak dan tidak layak dipakai untuk lomba, sementara ia takut ibunya tidak memiliki uang untuk membeli sepatu baru. Lala yang mengetahui hal itu secara diam-diam mengumpulkan uang jajannya selama satu bulan untuk ia tabung dan belikan sepatu baru untuk Adinda. Menjelang waktu lomba, Lala menghadiahkan sepatu baru kepada Adinda yang kemudian Adinda ganti dengan piala kemenangan. Lala sangat bahagia, begitupun Adinda yang sangat bahagia bisa memenangkan lomba lari tersebut demi Lala dan sekolahnya. Mereka bahagia memiliki sahabat sejati satu sama lain.[]