KKPK

Masih Ingat Buku Cerita Pertama yang Kamu Baca?

Kalau kita coba mengingat lagi masa lalu, kira-kira sahabat KKPK masih ingat tidak dengan buku cerita pertama milikmu? Adakah buku KKPK di antara rak dan lemari tempat mu menyimpan buku lama tersebut?  Buku cerita seperti apa sih yang kamu baca?

Apa buku cerita tentang belibur ke tempat sanak saudara di kota lain? tentang pertemanan? Cerita tentang pengalaman mengikuti perlombaan? Atau tentang petualangan yang penuh teka-teki? Sahabat KKPK tentu punya tema cerita favorit nya masing-masing ya.

Buku pertama yang kita baca merupakan buku yang spesial. Karena bisa jadi dari buku pertama itu lah minat mu akan membaca muncul dan akhirnya memotivasi diri untuk membaca lebih banyak buku lagi. Dan biasanya buku pertama juga mempengaruhi jenis atau tema buku seperti apa yang akan kamu sukai ke depannya. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa baca buku dengan tema yang berbeda, justru membaca cerita-cerita baru akan memberikan pengetahuan lebih dan semakin membuatmu gemar membaca.

Baca juga: Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Baca Komik Anak

Sahabat KKPK harus jaga baik-baik buku pertama milik mu. Biar suatu hari bisa sahabat KKPK buka untuk dibaca kembali. Pasti senyum-senyum sendiri deh saat membacanya.

15 tahun KKPK

Sahabat KKPK tahu tidak? Kecil-kecil Punya Karya sekarang usianya sudah 15 tahu loh. Wah sudah cukup lama ya? Ayo kita flashback dulu sebentar ke tahun 2003. Tahun tersebut merupakan tahun dimana KKPK lahir dengan buku pertamanya yang berjudul “Kado untuk Ummi” karya tulis Sri Izzati. Bercerita tentang tokoh Aisyah yang ingin sekali memberikan kado untuk Ummi nya pada hari Ibu. Saat itu usia penulisnya masih 7 tahun. Buku tulisannya itu membuat Sri Izzati dinobatkan sebagai penulis Novel termuda versi rekor muri Indonesia.

Selama 15 tahun KKPK ini terus konsisten mendukung penulis-penulis cilik agar bisa menerbitkan buku cerita milik mereka sendiri. Semua buku KKPK meliputi novel dan komik adalah asli hasil tulisan anak-anak Indonesia usia 7-12 tahun. Tujuan KKPK sejak awal sama yaitu ingin menampung karya tulis anak-anak, yang ternyata banyak di antara mereka yang jago sekali menulis. Buktinya hingga saat ini penulis KKPK ada 500-an anak dan buku yang berhasil diterbitkan mencapai lebih dari 600-an.

KKPK masih terus menerima cerita hasil tulisan sahabat KKPK semua. Jadi bagi sahabat KKPK yang masih duduk di bangku SD dan punya hasil karya tulis, daripada disimpan saja, ayo coba kirim naskahnya ke KKPK. Ketahui dulu persyaratannya, lalu kirimkan ke KKPK biar buku mu bisa terbit. Pasti bangga dong jika kamu sudah punya buku yang sudah terbit di usia yang masih muda.