KKPK

7 Kebiasan yang Buat mu jadi Penulis Buku Anak Terkenal

Menjadi penulis buku anak terkenal memang gampang-gampang susah. Yang pasti menulis itu adalah sebuah proses yang membutuhkan ketekunan dan disiplin. Kalau memang sahabat KKPK bercita-cita ingin menjadi penulis, banyak-banyak lah berlatih, ya latihan menulis tentunya.

Semua penulis buku anak terkenal juga melalui hal yang sama. Mereka banyak berlatih dan tidak mudah menyerah. Seringkali mereka punya kebiasaan dan kegiatan rutin tertentu yang akhirnya membuat mereka menjadi penulis yang hebat. Sahabat KKPK bisa lalukan 7 kebiasaan ini supaya kamu bisa jadi penulis buku anak terkenal, mencontoh mereka para penulis besar

Banyak membaca buku

Kebiasaan pertama yang membuat semua penulis buku anak terkenal ialah membaca buku. Para penulis hebat dulunya adalah seorang kutu buku. Suka membaca buku dan buku yang dibaca pun banyak juga beragam. Biasanya buku pertama yang dibaca saat kecil bisa menggambarkan jenis buku seperti apa yang akan ditulis nanti saat kamu jadi penulis. Karena apa yang kamu baca mempengaruhi apa yang akan kamu tulis. Makanya kalau sahabat KKPK mau menjadi novelis, sebelumnya harus membaca novel karya penulis-penulis besar. Cobalah untuk membaca tema yang berbeda seperti persahabatan, keluarga, komedi, misteri, dan lainnya, agar sumber tulisan mu lebih kaya lagi.

Baca juga: Cara Memilih Buku Anak yang Bagus untuk Dibaca

Menulis hampir setiap hari

Menulis adalah sebuah proses. Apalagi kalau sahabat KKPK ingin membuat novel, tentu menyelesaikannya tidak cukup hanya sehari. Akan butuh waktu berhari-hari sampai betul-betul selesai. Biar tulisan mu cepat selesai menulislah setiap hari, dicicil. Agar tidak terasa berat dan kamu jadi tidak kaku menulis karena terbiasa melakukannya hampir setiap hari.

Mencatat ide-ide baru

Saat lagi menulis pernah tidak merasa bingung mau tulis apalagi? Hal itu wajar kok! semua penulis mengalaminyan, bahkan penulis besar sekalipun pernah mengalami kesulitan. Tapi nanti sewaktu-waktu ide baru suka muncul begitu saja. Entah itu setelah kamu membaca, mendengar atau melihat sesuatu. Ide memang bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Jika itu terjadi jangan lupa untuk mencatatnya, karena kalau tidak dicatat nanti malah lupa.

Kurangi main gadget

Bermain gadget berlebihan bisa menghambat tulisan mu. Sebab kamu jadi tidak fokus untuk menyelesaikan cerita karena terlalu asyik bermain dan membuat mu jadi lupa waktu. Sedangkan dalam menulis buku, kamu harus tekun melakukannya dan membutuhkan banyak waktu biar buku mu bisa cepat selesai. Maka mulai dari sekarang belajarlah untuk membagi-bagi waktu. Kapan waktu untuk belajar, bermain dan menulis buku mu sendiri.

Bertemu banyak orang dan mengobrol dengan mereka

Selain dari buku, ide cerita juga bisa sahabat KKPK dapatkan dari kisah dan pengalaman orang-orang di sekitarmu. Maka berteman lah dengan banyak orang dari asal yang berbeda-beda. Ajak mereka mengobrol dan dengarkan kisah teman-teman mu. Siapa tahu jadi muncul ide baru untuk buku mu kan? Selain membantu mu mendapatkan ide cerita, bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang juga akan membantu mu menulis khususnya dalam membuat kalimat-kalimat percakapan. Jadi lebih nyata dan tidak kaku.

Harus Banyak tahu

Seorang penulis juga harus banyak tahu dan up to date tentang hal-hal yang sedang ramai dan dibicarakan banyak orang, atau istilah sekarang itu viral. Biar cerita milikmu lebih kekinian dan jadi banyak orang yang tertarik untuk membaca nya. Selain up date akan info-info baru, sahabat KKPK juga harus banyak tahu berbagai macam pengetahuan umum. Misalnya sahabat KKPK mau bikin cerita tentang kebun binatang, maka kamu harus tahu banyak hak tentang dunia hewan. Atau tentang berpergian ke sebuah kota, maka kamu perlu tahu hal-hal tentang kota yang kamu tulis dalam buku.

Menyelesaikan apa yang sudah dimulai

Apa yang kamu  mulai tentu harus kamu selesaikan sampai rampung. Jangan banyak ditunda dan berleha-leha, nanti lama-kelamaan malah enggak jadi. Kelihatannya tidak begitu sulit ya tapi jangan salah loh, disiplin dalam menulis justru tantangan yang berat. Jika cerita mu sudah selesai beranikan diri untuk mengirimkannya ke penerbit buku. Biar buku mu bisa terbit. Bangga dong walau masih kecil tapi sudah punya buku yang berhasil terbit. Kamu juga akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan menulis dan terus membuat buku yang baru.