KKPK

Mendongeng: Cara Orang Tua Kenalkan Buku Pada Anak

Mendongeng bisa menjadi cara orang tua munculkan minat membaca pada anak. Loh apa hubungannya? Mendongeng kan hanya mendengar cerita bukan membaca dari buku, bagaimana bisa membuat anak jadi suka dengan buku? Ayah dan Bunda, justru dengan mendongeng, orang tua bisa “kenalkan” buku pada anak.

Tidak ada anak yang tidak suka mendengar cerita, betul tidak? Makanya mendongeng bisa jadi kegiatan favoritnya anak-anak dan kalau sudah rutin dilakukan, pasti akan selalu dinanti-nati.

Pada awalnya anak akan senang mendengar cerita yang didongengkan orang tua mereka. Semakin lama ia jadi terbiasa mendengar banyak cerita. Dari kebiasaan yang telah terbentuk dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat anak mencoba untuk membaca sendiri langsung dari buku. Begitulah bagaimana akhirnya anak mulai tertarik dengan membaca.

Kemudian hal lain yang memancing keinginan anak membaca ialah dari ketersediaan buku di rumah. Karena untuk sumber cerita orang tua pasti pilih kisah-kisah menarik dari buku anak. Bisa cerita tentang legenda suatu tempat, dongeng fabel atau cerita tentang keseharian anak pada umumnya, seperti tentang pertemanan dan keluarga. Hal tersebut yang membuat anak jadi tidak asing dengan buku. Dengan begitu orang tua telah berhasil membuat lingkungan dan suasana yang bisa bantu meningkatkan literasi membaca pada anak

Di samping memunculkan kesukaan anak pada buku, mendongeng juga memiliki manfaat yang bagus untuk membangun bonding di antara anggota keluarga. Karena mendongeng termasuk bentuk quality time antara orang  tua dan anak.

Tips Mendongeng

Mendongeng tidak perlu lama hinga berjam-jam, sesuaikan dengan usia anak. Jika anak masih berusia dini atau belum sekolah cukup beberapa menit saja, misalnya 5 atau 7 menit. Jika sudah SD orang tua bisa mendongeng hingga 30 menit pun tidak masalah. Pilihan cerita yang akan didongengkan juga harus disesuaikan dengan usia anak, biar mereka tidak mudah bosan.

Agar anak mau memperhatikan, saat bercerita jangan hanya membacakan ceritanya begitu saja dari buku, tapi harus dilakukan se-kreatif mungkin. Cobalah untuk mengubah suara sesuai karakter dalam buku.  Lalu memasang ekspresi wajah untuk memperagakannya. Jika ceritanya sedih berpura-puralah menangis, atau tokoh dalam buku sedang ketakutan maka beraktinglah seolah-olah ketakutan. Orang tua juga bisa pakai media bantu seperti boneka, papan, buku, atau benda lainnya untuk lebih memudahkan.

Baca juga: Cara Memilih Buku Anak yang Bagus untuk Dibaca

Kalau bisa saat mendongeng jangan langsung tamat dalam sekali cerita. Buat ceritanya jadi bersambung hingga beberapa hari. Dengan begitu anak-anak akan penasaran dan antusias untuk mengikuti ceritanya sampai akhir. Atau bisa juga dengan meminta anak mencari sendiri bagaimana ending dari sebuah cerita dengan membaca bukunya langsung

Terakhir Jangan lupa sampaikan pesan moral setelah ceritanya tamat.  Supaya anak-anak bisa mengambil nilai positif dan menjadi pembelajaran untuk diri mereka sendiri.