October 31, 2019 by [email protected] 0 Comments

Mendongeng: Cara Orang Tua Kenalkan Buku Pada Anak

Mendongeng bisa menjadi cara orang tua munculkan minat membaca pada anak. Loh apa hubungannya? Mendongeng kan hanya mendengar cerita

October 30, 2019 by [email protected] 0 Comments

Review Novel KKPK: Fashion Show Princess

Novel KKPK terbaru Fashion show princess karya Wirda Nissa ini, akan mengajak sahabat KKPK mengikuti kisah Eliza mengikuti lomba fashion show muslimah

October 29, 2019 by [email protected] 0 Comments

Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Baca Komik Anak

Beberapa orang tidak menganggap serius komik layaknya buku bacaan lain, termasuk komik anak. Dan kebanyakan orang juga tidak menyadari manfaatnya

October 29, 2019 by [email protected] 0 Comments

Bukan Gadget, Buat Anak Sibuk dengan Buku Anak

Ketika anak rewel dan bosan solusi tercepat orangtua sekarang adalah memberikan gadget entah smartphone atau tablet. Padahal ada cara lain yaitu dengan memberikan buku anak

October 27, 2019 by [email protected] 0 Comments

Hal yang Kamu Pelajari Setelah Membaca Novel Anak

Paling pas memang membaca novel anak sesuai usiamu, disaat sahabat KKPK punya waktu luang. Disamping menyenangkan membacanya sahabat KKPK juga

October 27, 2019 by [email protected] 0 Comments

Memilih Buku Balita, Lebih Baik Cetak atau E-Book?

Buku balita bagus untuk mengenalkan buku sejak dini. Juga akan sangat membantu menstimulus bertambahnya kosakata  pada anak dan bahasa mereka jadi lebih berkembang. Sekarang ini tidak sulit untuk mendapatkan banyak buku balita yang bagus. Pilihan semakin bertambah dengan hadirnya buku elektronik (E-book), yang memungkinkan kita membaca buku melalui gawai.

Masing-masing buku sebenarnya sangat menyenangkan untuk dibaca. Buku balita lebih banyak memuat gambar-gambar atau ilustrasi yang lucu khas anak-anak dan sangat full color. Untuk buku yang versi cetak memimiliki fitur-fitur tambahan yang juga sangat edukatif. Seperti fitur  lift the flap, fold out, pop up, yang membuat anak akan sangat menikmati kegiatan membaca buku. Ada juga yang disebut dengan busy book, buku ini dirancang untuk batita dan balita terbuat dari bahan yang aman untuk anak seperti kain flanel.

Baca juga: 5 “Buku Ajaib” untuk Anak

Berkembangnya teknologi digital memunculkan e-book. Bukan hanya untuk orang dewasa, kini juga banyak e-book untuk anak-anak. Dari smartphone atau tablet orang tua, anak bisa membaca buku seperti biasa. Kelebihannya anak-anak bisa membaca banyak buku dalam satu gawai tanpa harus membawa begitu banyak buku. Apalagi saat bepergian jauh, orang tua tidak perlu membawa buku cukup membukanya dari tablet. Ditambah e-book juga ada yang memiliki fitur-fitur  tersendiri  seperti animasi bergerak dan suara yang pastinya akan disukai anak-anak.

Lalu buku yang mana yang lebih baik untuk balita? Yang versi cetak atau e-book? Ada sebuah penelitian dari Rumah Sakit Anak CS Mott Universitas Michigan di Ann Arbor yang mencari tahu perbandingan bagaimana orang tua membacakan buku cerita yang sama namun dari bentuk buku yang berbeda yaitu, buku cetak, e-book tanpa fitur tambahan serta e-book dengan fitur animasi dan suara.

Hasilnya ternyata memang ada perbedaan dari ketiganya. Saat orang tua membacakan cerita dari buku cetak mereka lebih interaktif berbicara dengan anak-anaknya dibandingkan membaca cerita dari e-book. Meski e-book yang dilengkapi fitur tambahan juga memancing interaksi anak lebih aktif tapi tetap tidak sebanyak dengan membaca buku cetak. Maka bisa disimpulkan bahwa membaca buku cetak lebih bermanfaat bagi anak dibanding membaca e-book.

Baca juga: Cara Memilih Buku Anak yang Bagus untuk Dibaca

Memang tak sedikit orang tua yang percaya bahwa aplikasi bacaan dan buku elektronik bisa memudahkan anak-anak untuk mempelajari alphabet. Penggunaan gawai juga dinilai lebih praktis. Tapi dari hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa bercerita menggunakan e-book mungkin tidak terlalu bagus untuk perkembangan anak-anak. Para dokter anak merekomendasikan agar orang tua tidak memberikan gawai sama sekali kepada anak di bawah usia dua tahun. Mereka memperingatkan bahwa tablet, ponsel pintar dan permainan digital dapat menghalangi proses kreatif dan interaksi yang justru penting untuk pertumbuhan sosial, emosional dan kognitif anak

Bukan berarti e-book dan perangkat digital tidak boleh digunakan anak. Orang tua tetap bisa memanfaatkannya untuk kegiatan bersama lain yang positif seperti menonton video atau belajar hal lain yang menyenangkan. Dan saat anak-anak menggunakannya harus tetap dalam pengawasan orang tua.