KKPK

Tsunami dalam Cerita Legenda

Awal tahun 2019 warga negara Jepang sempat dibuat takut akan munculnya ikan oarfish yang tinggal di bawah dasar laut. Masyarakat Jepang percaya ikan ini membawa tanda akan terjadinya gempa dan tsunami. Hal ini pernah terjadi sebelumnya, pada 2010 setidaknya ada 20 ekor oarfish yang terdampar di Jepang, sebelum tsunami pada Maret 2011.

Bencana alam memang tidak bisa kita duga kapan akan terjadi. Untuk tsunami seringkali muncul peringatan, itu pun jika sebelumnya telah terjadi gempa. Maka Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru memberikan peringatan apa akan berpotensi tsunami atau tidak.

Jauh sebelum segala teknologi canggih ditemukan dan sebelum adanya lembaga khusus seperti BMKG. Masyarakat telah mencoba memahami fenomena alam ini. Seperti ikan asal laut dalam, oarfish yang menjadi tanda akan datangnya tsunami di Jepang.

Tsunami dalam Dongeng Indonesia

Di Indonesia juga ada sebuah dongeng berjudul “Smong” yang berbentuk syair asal Simeulue Aceh. Pada 26 Desember 2004 pulau Simeulue berada paling dekat dengan pusat gempa bumi . Namun hanya tujuh orang yang meninggal akibat gelombang tsunami. Itu berkat kisah “smong “. Bunyi penggalan syair nya dalam bahasa Indonesia,seperti ini:

dengarlah sebuah cerita
pada zaman dahulu
tenggelam satu desa
begitulah mereka ceritakan
diawali oleh gempa
disusul ombak yang besar sekali
tenggelam seluruh negeri
tiba-tiba saja
jika gempanya kuat
disusul air yang surut
segeralah cari
tempat kalian yang lebih tinggi
itulah smong namanya
sejarah nenek moyang kita
ingatlah ini betul-betul

Ada pula cerita teteo dari Mentawai, Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, syair itu berbunyi:

Teteu, sang tupai bernyanyi
Teteu, suara gemuruh datang dari atas bukit-bukit
Teteu, ada tanah longsor dan kehancuran
Teteu dari ruh kerang laut sedang marah
Karena pohon baiko telah ditebang
Burung kuliak bernyanyi
Ayam-ayam berlarian
Karena di sana teteu telah datang
Orang-orang berlarian.

Di sana, kata “teteu” diartikan sebagai “kakek “. Maknanya jadi jauh dari bencana. Tapi, jika “teteu ” diganti dengan “gempa bumi “, maknanya akan lebih kuat.

Baca Juga: 7 Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia

Selain itu, seorang peneliti ahli tsunami purba paleotsunami dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Eko Yulianto menemukan kaitan mitos Nyi Roro Kidul dengan tsunami yang pernah terjadi 400 tahun lalu di pantai selatan pulau Jawa. Peristiwanya terekam dalam Babad Tanah Jawi, yang sebagian bunyinya seperti berikut ini:

Kilat dan halilintar bersamaan
Gemuruh suaranya menakutkan
Mengira bahwa itu adalah kiamat
Air naik ke angkasa
Bahkan, seperti bercampur dengan ikan airnya