KKPK

7 Macam Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia

Bencana alam bisa terjadi kapan saja dan dimana saja diluar kehendak manusia. Kondisi alam dan alasan geografis membuat Indonesia seringkali terkena bencana alam. Hampir setiap tahun ada bencana terjadi di wilayah-wilayah di Indonesia. Nah sahabat KKPK, berikut ini bencana alam yang sering terjadi di negeri kita:

Gunung Meletus

Indonesia dikenal memiliki banyak gunung berapi menurut data dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) ada 127 gunung berapi aktif. Indonesia sendiri memang termasuk dalam kawasan cincin api pasifik (ring of fire). Sehingga membuat Indonesia rawan terkena bencana gunung meletus (erupsi) dan gempa bumi.

Kejadian erupsi terbesar yang pernah terjadi di Indonesia sampai mempengaruhi negara-negara lain dua diantaranya ialah gunung Krakatau dan gunung Tambora. Namun dibalik bencana yang terjadi, letusan gunung juga memberikan dampak positif pada negara kita. Tanahnya menjadi subur dan negeri kita memilki kekayaan keanekaragaman hayati

Gempa Bumi

Gempa bumi bisa terjadi akibat pergeseran lempengan bumi yang menghasilkan getaran cukup besar. Atau bisa juga akibat terjadinya letusan gunung berapi (gempa vulkanik). Dampak dari gempa mengakibatkan struktur tanah yang berubah dan kerusakan pada bangunan hingga bisa menghilangkan nyawa manusia.

Gempa terjadi secara tiba-tiba. Sampai sekarang belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu secara akurat dan presisi memprediksi kapan datangnya bencana, terutama gempa bumi (lipi.go.id). Maka saat gempa terjadi kita tidak boleh panik ya sahabat KKPK dan harus sigap segera melakukan penyelamatan diri.

Tsunami

Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang diakibatkan adanya pergerakan di dasar laut misalnya seperti terjadinya gempa, longsor, atau letusan gunung. Nama tsunami berasal dari bahasa jepang. “Tsu” yang artinya pelabuhan dan “Nami” yang artinya gelombang. Jepang sendiri memang negara yang juga cukup sering mengalami gempa dan tsunami.

Baca Juga: Tsunami dalam Cerita Legenda

Bencana Tsunami yang sangat besar pernah terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004. Saat itu bukan hanya Aceh, tapi negara seperti, Sri Lanka, India, Thailand, Malaysia, Somalia, Bangladesh, Maladewa, dan Kepulauan Cocos juga terkena. Dan termasuk gempa terbesar di abad 21. Menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan korban yang meninggal mencapai 230.000 dari 14 negara.

Kebakaran hutan

Indonesia saat ini sedang dilanda bencana Kebakaran hutan, yang terjadi di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera. kebakaran hutan sering terjadi saat musim kemarau. Lahan yang kering dan cuaca yang panas memudahkan api menjadi lebih besar dan membakar lahan di sekitarnya. Sedangkan penyebab munculnya api bisa dari, sambaran petir, kecerobohan manusia, terkena lahar dan kebakaran di bawah tanah (lahan gambut).

Akibat dari bencana ini bisa memusnahkan lahan hijau sumber oksigen juga bangunan-bangun yang terkena api. Asapnya menyebabkan masyarakat terkena penyakit ISPA (inspeksi Saluran Pernafasan Atas) dan kanker paru-paru. Juga bisa menyebabkan banjir ketika musim hujan datang, karena hilangnya hutan yang berfungsi sebagai tempat penyimpan cadangan air.

Tanah longsor

Tanah longsor merupakan pergerakan tanah yang diakibatkan salah satunya oleh erosi yaitu pengikisan tanah. Longsor lebih mudah terjadi ketika musim penghujan. Dimana sejumlah air yang turun ke bumi tidak bisa tertahan di bawah tanah akibat hutan yang gundul dan akhirnya tanah pun longsor.

Tanah longsor bisa terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu yang cukup cepat. Tapi sahabat KKPK bisa mengenali beberapa tanda untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Seperti adanya keretakan pada tanah dan dinding rumah, struktur bangunan yang bergeser atau miring. Tanah ambles hingga munculnya air dari tempat yang sebelumnya bukan mata air

Angin puting beliung

Saat musim pancaroba angin puting beliung dapat muncul, bisa pada pagi atau sore hari. Biasanya kita kan tidak bisa melihat bagaimana angin bergerak ya sahabat KKPK, tapi saking cepatnya angin bergerak hingga mengangkat benda-benda di sekitarnya, kita bisa melihat bentuk angin yang lurus memutar.

Kecepatan angin mencapai lebih dari 63 km/jam, bergerak maju dan menghancurkan apapun yang dilewatinya. Ada tanda-tanda yang bisa kita kenali sebelum angin puting beliung terjadi. Seperti, cuaca yang sangat panas kemudian tiba-tiba digantikan hujan yang lebat. Angin yang sangat kencang hingga menggerakkan dahan pohon dan ranting cukup keras.

Banjir Bandang

Banjir Bandang bisa juga disebut air bah, ialah banjir besar yang datang secara tiba-tiba dan membawa serta material berat seperti pohon, lumpur dan batu. Biasanya terjadi di musim penghujan, ketika hujan turun terus menerus hingga tanah di dataran yang lebih tinggi tidak bisa lagi menahan jumlah air yang cukup besar.

Air bah pun mengalir ke dataran yang lebih rendah menerjang berbagai benda termasuk rumah warga yang terkena aliran banjir. Ketinggian air bisa mencapai 3-6 meter tapi berlangsung tidak begitu lama dan meninggalkan genangan di tempat-tempat yangtanahnya rendah saja