KKPK

7 Fakta Unik yang Harus Kamu Tahu Tentang Anak Kembar

Umumnya yang kita ketahui ada dua jenis anak kembar yaitu kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik memiliki wajah yang mirip karena berasal dari sel telur yang sama. Sedangkan kembar fraternal berasal dari dua sperma yang membuahi dua sel telur secara terpisah. Sehigga saat lahir anak kembar tidak memiliki kemiripan bahkan bisa berbeda jenis kelamin.

Tapi bukan hanya itu lho sahabat KKPK, ada banyak fakta unik hasil dari berbagai penelitian tentang anak kembar, berikut fakta-fakta unik yang harus sahabat KKPK ketahui!

Kembar identik tidak punya sidik jari yang identik

Yang namanya kembar identik tentunya memilki kemiripan yang luar biasa sampai disebut identik. Sahabatk KKPK mungkin berpikir karena kembar identik berbagi DNA yang sama, mereka pastinya juga memiliki sidik jari yang sama percis (identik).

Tapi nyatanya sidik jari tidak hanya berdasarkan DNA saja. Ternyata saat di dalam kandungan anak kembar awalnya memiliki sidik jari yang sama, namun  selama minggu keenam kehamilan, ketika bayinya mukai bergerak, mereka menyentuh kantung ketuban lalu punggungan dan garis unik terbentuk pada setiap tangan bayi sehingga mereka memiliki sidik jari berbeda

Saling Berinteraksi di dalam kandungan

Di tahun 2011 Universitas Umberto Castiello Padova di Itali meneliti video 3 dimensi anak kembar dalam rahim ibunya. Pada minggu ke 14 kehamilan, bayi terlihat meraih satu sama lain. Di minggu ke 18 mereka saling menyentuh, lebih sering dibanding menyentuh tubuh mereka sendiri.

Peneliti menyatakan bahwa analisis kinematis dari rekaman tersebeut mengungkapkan bahwa bayi kembar membuat gestur berbeda kepada satu sama lain dan sama lembutnya saat mereka memegang area mata yang halus dari suadara kembarnya.

Kembar identik: Mirror Twins

Kembar identik ialah mereka yang memiliki wajah yang serupa berbeda dengan kembar fraternal. Yang uniknya nih Sahabat KKPK, 25% diantaranya adalah mirror twins. Mirror yang berarti cermin dijadikan sebagai sebutannya karena saat mereka berdiri berhadapan mereka seperti sedang bercermin. Contohnya tanda lahir di sisi yang berlawanan, satu bertangan kidal yang satunya tidak.

Kembar identik tidak selalu terlihat mirip

Meski disebut kembar identik karena kemiripan wajah mereka, tapi kembar identik tidak selalu terlihat identik lho sahabat KKPK. Meski mereka berasal dari sel telur yang sama dan pola DNA yang sama, mereka akan melalui perubahan genetic yang mebuat anak kembar bisa terlihat sedikit berbeda.

Dan jangan asumsikan karena mereka identik lalu berat dan panjang badan akan sama saat lahir. Ada faktor-faktor berbeda yang mempengaruhi pertumbuhan bayi dalam kandungan. Jadi janga heran jika ada perbedaan ukuran saat bayi lahir

Menciptakan bahasa mereka sendiri

40 % bayi kembar mencipatkan bahasanya sendiri, bahasa ini disebut autonomous languages. Peneliti menduga bayi kembar saling membuat diri mereka menjadi model dalam membangun bahasa disaat bahasa dari orang dewasa seringkali tidak ada.

Bahasa ini terdiri dari kata-kata terbalik dan ekspresi onomatope (tiruan bunyi, misalnya “kokok” merupakan tiruan bunyi ayam). Terbentuk ketika dua bayi yang sangat dekat belajar bagaimana berbicara, sering bermain dan berkomunikasi satu sama lain.

Si Kakak lahir lebih dulu

Di tengah masyarakat ada mitos dalam kelahiran anak kembar sang kakak ialah anak yang lahir terakhir. Karena ia membantu adiknya untuk keluar. tapi ternyata di dunia kedokteran sepakat menyatakan bahwa bayi yang lahir lebih dulu adalah kakaknya, baru yang selanjutnya adalah si adik.

Namun pakar tumbuh kembang anak dr Fitri Hartanto SpA (K), seperti yang dilansir dari lifestyle.bisnis.com, mengatakan untuk menghindari panggilan kakak adik kepada saudara kembar. Hal ini dikarenakan kekhawatiran akan munculnya persepsi dalam diri mereka bahwa orang tua memperlakukan mereka secara berbeda.

Belajar di sekolah yang sama

Memisahkan saudara kembar karena ketakutan mereka tidak bisa memperluas lingkungan pertemanan, bisa jadi bukan solusi yang tepat. Justru dari sisi psikologis satu sama lain akan saling membutuhkan ketika mereka mendaptkan masalah (pelajaran dan pertemanan). Termasuk ketika datang ke tempat yang baru dan membutuhkan adaptasi.

Jadi tidak masalah kok jika mereka pergi belajar ke sekolah yang sama. Justru akan memperkaya pengalaman pendidikan mereka. Dan mengembangkan karakter, emosi, dan pertumbuhannya