KKPK

Artis Cilik Dari Masa ke Masa

Dalam dunia seni dan hiburan Artis Cilik selalu berhasil mencuri perhatian. Setiap artis cilik dari masa ke masa pasti menjadi perhatian utama dengan bakatnya, ada yang menjadi penyanyi, pemain film atau sinetron, atau yang ikut berperan dalam acara show di TV.

Wajah baru dengan bakat yang beragam terus bermunculan di setiap generasi menggantikan para artis cilik yang beranjak dewasa. Apa perbedaan artis cilik dulu dan sekarang? Sahabat KKPK ayo kita flashback dulu ke masa lalu!

Generasi Tahun 1960- 1970 an

Foto: Lilis Suryani /Achmad Fatoni_youtube.com

Mari kita mulai dari tahun 1960-an. Sahabat KKPK pastinya belum lahir ya di tahun ini. Tapi saat itu sudah ada artis cilik mewarnai dunia musik dan film dan mereka sangat populer. Contohnya Lilis Suryani yang terkenal dengan lagu ‘Gang Kelinci’ yang masih sering dibawakan para musisi bukan hanya penyanyi cilik. Kalau ini sih namanya lagu yang melegenda.

Lalu di tahun 70-an paling terkenal ada Adi Bing Slamet dan Ira Maya Sopha. Mereke berdua sering dipasangkan untuk duet. Sebelum mereka berdua, ada juga Chicha Koeswoyo yang mempopulerkan lagu ‘Helli’. Sahabat KKPK pasti pernah dengar kan?

Generasi 1980-an

Foto: Lagu si lumba-lumba yang dibawakan Bonda Prakoso/supranada official /youtube.com

Sahabat KKPK pernah mendengar Bondan Prakoso? Rapper dan penyanyi yang hits dengan grup nya “Bondan Prakoso nd F2black” ternyata dulunya artis cilik yang berjaya di tahun 80an lho, dengan lagu hits-nya berjudul “Si Lumba Lumba”. Namun sebenarnya Bondan ini baru muncul di akhir tahun 80-an tepatnya pada 1988. Sedangkan awal hingga pertengahan tahun 80an lagu anak-anak sempat meredup

Artis-artis cilik di era 60an hingga 80an bernyanyi sesuai usianya dengan tema sederhana seperti keluarga, binatang, makanan dengan Musiknya yang bersemangat dan penuh keceriaan. Para pencipta lagunya pun sangat dikenal oleh masyarakat, dan karyanya masih dinyanyikan sampai sekarang. Pertama ada Ibu Soed yang menciptakan lagu, ‘Menanam Jagung’, ‘Naik Delman’. ‘Tik tik bunyi hujan’. Lalu ada A.T. Mahmud yang menciptakan ‘Pelangi’, ‘Ambilkan Bulan’, ‘Paman Datang’.

Generasi 1990- 2000 awal

Foto: Grup trio kwek kwek yang beranggotakan Dea ananda, Leony dan Alfandy /suara.com

Tahun 1990-an sampai 2000 awal disebut-sebut sebagai masa kejayaan para artis cilik. Banyak artis cilik bermunculan, hal ini juga didukung dengan munculnya banyak Statiun TV swasta selian TV nasional TVRI yang baru berdiri di tahun 1968. Saat itu juga sudah ada program musik anak-anak bernama “ayo Bernyanyi”. Setelah TV-TV swasta seperti RCTI, TPI, SCTV dan Indosiar hadir, program anak-anak semakin banyak dan membuka kesempatan bagi artis cilik untuk tampil.

Nama-nama artis cilik masa ini diantaranya ada: Puput Melati, Enno Lerian hingga grup Trio Kwek Kwek yang muncul di tahun awal 90-an. Tahun-tahun berikutnya ada penyanyi cilik Chikita Meidy, Joshua Suherman, Renaldy Denada Rachman hingga Agnez Mo atau dulu dikenal Agnez Monica. Lalu di era awal 2000-an ada Sherina Munaf, Tasya Kamila, dan Tina Toon. Tidak hanya bernyanyi mereka juga bermain film dengan tema keluarga dan persahabatan

Artis Cilik Generasi 2000-an

Foto: grup coboy junior yang beranggotakan Iqbal, Bastian, Aldi, Kiki /liputan6.com

Di tahun 2000-an para penyanyi cilik muncul dari ajang pencarian bakat/kompetisi menyanyi. Yang paling awal Ada AFI Junior dan Idola Cilik. Belakangan juga ada kompetisi menyanyi untuk anak seperti Indonesia Idol Junior yang tahun ini masuk musim ketiga yang melahirkan Anneth dan Deven. Juga ada The Voice Kids Indonesia yang salah satu coach nya mantan penyanyi cilik, Agnezmo.

Sinetron dengan pemeran anak-anak dan remaja juga menjamur di tahun ini. Mengangkat tema dan genre yang beragam dari mulai persahabatan, komedi, sampai kisah cinta monyet remaja. Seperti sinetron ‘Si Entong’ (2005), ‘Ronaldowati’ (2008), ‘Jungkir Balik Dunia Sissy’ (2007)

Lalu dimulai dari tahun 2010-an muncul penyanyi anak-anak dengan bentuk boyband dan girlband. Mengikuti tren penyanyi dewasa yang membentuk grup boyband/girlband dan kala itu sedang digandrungi masyarakat. Yang paling hits saat itu ada coboy junior, Super7, Lolipop dan Blink dengan personelnya yang sudah masuk usia remaja. Tapi Sayang tema yang diangkat tidak lagi hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak, tapi kisah percintaan. Era ini disebut sebagai masa krisis bagi lagu anak-anak.

Artis cilik Masa Kini

Foto: Di atas rata-rata generasi kedua bersama Erwin Gutawa dan Gita Gutawa/ fimela.com

Kekhawatiran akan minimnya lagi lagu anak-anak agaknya bisa mulai mereda. Satu persatu artis cilik dengan talenta yang bagus bermunculan. Ada Naura yang debut di tahun 2014 dan mengeluarkan album bertajuk ‘Dongeng’. Tidak seperti penyanyi masa sebelumnya, Naura memilih membawakan lagu bertema anak-anak.

Setahun sebelumnya musisi Erwin Gutawa beserta putrinya, Gita Gutawa mengenalkan 13 anak yang memiliki vokal luar biasa yang tergabung ke dalam grup “Di atas rata-rata”. Lalu dua tahun berikutnya, kembali membentuk generasi keduanya dengan 7 anak. Ciri khas dari anak DARR ialah kemampuan bernyanyi dengan pilihangenre mereka masing-masing. Ada yang pop, jazz, klaksik, rock, dan tradisional.

Baca juga : Musisi Indonesia Menjuarai Kompetisi Musik Internasional

Selain itu ada pula anak-anak dari artis yang dikenal banyak masyarakat. Ketenarannya membuat mereka bisa disebut sebagai artis-artis cilik. Hampir semua anak artis memiliki akun di media sosial, dari sanalah mereka bisa dikenal banyak orang, disebut juga dengan nama ‘selebgram cilik’. Beberapa bahkan sudah main di iklan TV dan film. Ada juga yang menujukkan bakatnya bernyanyinya seperti orang tua mereka

Itu dia perjalanan artis cilik dari masa ke masa. Ternyata banyak anak-anak berbakat Indonesia di setiap masanya ya sahabat KKPK. Meski berbeda dan memiliki ciri khas sendiri, karena berubah mengikuti perkebangan Zaman. Semoga akan terus bertambah ya anak-anak dengan kemampuan hebat di Indonesia.