5 Karakter Anak Ajaib di Film Charlie and The Chocolate Factory

Menonton film bersama anak bisa jadi sarana belajar yang menyenangkan. Tak hanya untuk anak, orang tua pun dapat belajar menjadi lebih baik dari film keluarga. Charlie and Chocolate Factory adalah film bertema keluarga yang asyik diperankan aktor serbabisa Johny Depp.Di film ini ada empat karakter anak yang dapat memberikan pelajaran berharga bagi anak sekaligus orang tua.

  • Si Manja Veruca

Veruca dibesarkan layaknya di istana, ayah yang kaya raya dan sangat memanjakannya membuat Veruca tumbuh menjadi anak yang angkuh dan egois. Setiap keinginannya untuk mendapatkan sesuatu selalu disertai perangai jelek yang tidak patut dicontoh. Tapi, akhirnya Veruca mendapat balasan atas sikapnya ini. Peran orang tua tentu sangat penting untuk menjelaskan pada anak bahwa tidak semua yang mereka inginkan bisa didapatkan.

  • Si Kompetitif Violet

Jiwa kompetitif Violet sudah terbentuk sejak kecil. Dia terbiasa menjadi juara, sehingga membuat sikapnya temperamen dan kesulitan untuk berempati. Karakter Violet dapat memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi jika anak selalu ingin menang di setiap kesempatan. Melatihnya untuk dapat menerima kekalahan dan kegagalan bisa mengajarkan anak untuk dapat mengendalikan amarah.

  • Si Maniak Game Mike

Mike adalah jenius yang tenggelam dalam dunia video games. Kecerdasan yang tak terkendali membuatnya menjadi anak yang sulit diatur dan keras hati. Mike pun dapat belajar sesuatu saat dia keluar dari zona nyamannya (dunia video game). Karakter Mike menggambarkan akibat yang bisa terjadi jika anak dibiarkan terus menerus bermain game tanpa kontrol orang tua.

  • Si Rakus Augustus

Augustus menjadi anak yang tidak berpikir sehat jika sudah dihadapkan dengan makanan favoritnya. Tujuannya hanya satu, rasa lezat. Hal itu pula yang membuatnya menderita di film ini. Sikap rakus Augustus bisa lebih terkendali jika dia belajar tentang senangnya berbagi.

  • Si Baik Hati Charlie

Lawan dari sikap buruk ke empat anak tersebut, ada Charlie. Si anak baik hati yang berasal dari keluarga miskin. Charlie mengajarkan anak-anak lain tentang mencintai keluarga, dan mau berbagi meski dia hanya punya sedikit. Charlie penuh digambarkan kreatif dan penuh energi positif. Anak dambaan setiap orang tua. Bagaimana Charlie bisa menjadi seperti itu? Kita pun bisa berkaca bagaimana keseharian Charlie di rumah bersama keluarganya.

Meski film Charlie and The Chocolate Factory ini dirilis tahun 2005 silam, tapi pesan dan nilai-nilai di dalamnya masih sangat related dengan kondisi di banyak keluarga saat ini. 

Leave a comment