Ice Skating Itu Asyik, Belajar Teknik Dasarnya Yuk!

Sahabat KKPK, kamu mau jadi atlet ice skating seperti Nayfa? Ayo acungkan tangan siapa yang mau? Tenang saja, karena belajar ice skating itu gampang kok. Asalkan Sahabat KKPK selalu semangat, pasti cepat menguasai teknik dasar ice skating untuk pemula.

Kenalan dengan Nayfa, YouTuber Cilik yang Jago Ice Skating

Nayfa adalah seorang YouTuber cilik ‘Fun with Nayfa’ yang jago banget main ice skating. Sebentar lagi Nayfa akan meluncurkan buku tentang ice skating yang berjudul Fun Ice Skating.

5 Rekomendasi Film Anak Indonesia

Film anak karya anak negeri ternyata juga tak kalah bagus dan bermakna dengan film-film barat. Selain bisa mempererat ikatan keluarga film-film ini juga menyuguhkan musik berkualitas yang akan selalu terkenang.

  1. Petualangan Sherina (2000)

Film karya Mira Lesmana dan Riri Riza ini menjadi film fenomenal yang akan selalu diingat berbagai generasi. Film musikal ini bertemakan keluarga dan persahabatan. Sherina (Sherina Munaf) seorang gadis yang masih duduk di bangku SD harus rela berpisah dengan teman-temannya di Jakarta. Kepindahan Sherina ke Bandung ternyata tidak disambut baik Sadam (Derby Romero), mereka pun menjadi rival di sekolah. Tapi, ternyata keluarga mereka berdua membuat Sherina dan Sadam bertemu di luar sekolah. Mereka pun memulai petualangannya saat diculik bersama.

  • Untuk Rena (2005)

Masih merupakan film karya Miles Films, Untuk Rena merupakan film pertama Maudy Ayunda. Maudy berperan sebagai Rena, seorang gadis yatim piatu yang tinggal di Rumah Matahari. Di sana, Rena berusaha melindungi anak-anak yatim lain yang dia anggap sebagai adik sendiri dari para orang asing yang akan mengadopsi mereka. Begitu pun saat Oom Yudha (Surya Saputra) datang, Rena menyuruh semua anak bersikap hati-hati. Tapi, ternyata Rena mulai merasa dekat dengan Oom Yudha.

  • Laskar Pelangi (2008)

Berawal dari buku laris karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi diangkat ke layar lebar. Riri Riza sebagai sutrada memang selalu apik memberikan tontonan yang berkualitas. Berkisah tentang SD Muhammadiyah Gantong yang mempunyai 10 orang siswa dan dua orang guru. Menonton film ini akan membuat hati kita terasa hangat dengan persahabatan Ikal, Lintang, Mahar dkk. Mereka masing-masing mempunyai keunikan dan masalahnya masing-masing untuk bisa terus bersekolah.

  • Tendangan dari Langit (2011)

Film bertema sepak bola ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Bercerita tentang perjuangan Wahyu dalam meraih kesempatan emas yang datang menghampirinya. Wahyu hanyalah seorang anak penjual minuman di lereng Gunung Bromo, yang mencari uang dengan bermain bola dari satu tim desa ke tim desa lain. Sampai suatu hari Wahyu dihadapkan dengan pilihan-pilihan sulit di usianya yang baru 16 tahun.

  • Keluarga Cemara (2019)

Film Keluarga Cemara diangkat berdasar novel berseri karya Arswendo Atmowiloto yang sukses dibuat sinetron pada tahun 1996-2005 dengan judul yang sama. Keluarga Cemara versi film berawal dari kebangkrutan seorang abah yang mengahruskan dia dan keluarganya pindah ke desa. Terbiasa hidup mewah di kota anak-anak abah Euis dan Ara pun harus melewati adaptasi. Konflik Abah dengan pekerjaannya dan Euis dengan sekolah dan teman-temannya menjadikan film keluarga ini sarat makna akan keluarga.

Selamat menonton bersama keluarga tercinta!

5 Karakter Anak Ajaib di Film Charlie and The Chocolate Factory

Menonton film bersama anak bisa jadi sarana belajar yang menyenangkan. Tak hanya untuk anak, orang tua pun dapat belajar menjadi lebih baik dari film keluarga. Charlie and Chocolate Factory adalah film bertema keluarga yang asyik diperankan aktor serbabisa Johny Depp.Di film ini ada empat karakter anak yang dapat memberikan pelajaran berharga bagi anak sekaligus orang tua.

  • Si Manja Veruca

Veruca dibesarkan layaknya di istana, ayah yang kaya raya dan sangat memanjakannya membuat Veruca tumbuh menjadi anak yang angkuh dan egois. Setiap keinginannya untuk mendapatkan sesuatu selalu disertai perangai jelek yang tidak patut dicontoh. Tapi, akhirnya Veruca mendapat balasan atas sikapnya ini. Peran orang tua tentu sangat penting untuk menjelaskan pada anak bahwa tidak semua yang mereka inginkan bisa didapatkan.

  • Si Kompetitif Violet

Jiwa kompetitif Violet sudah terbentuk sejak kecil. Dia terbiasa menjadi juara, sehingga membuat sikapnya temperamen dan kesulitan untuk berempati. Karakter Violet dapat memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi jika anak selalu ingin menang di setiap kesempatan. Melatihnya untuk dapat menerima kekalahan dan kegagalan bisa mengajarkan anak untuk dapat mengendalikan amarah.

  • Si Maniak Game Mike

Mike adalah jenius yang tenggelam dalam dunia video games. Kecerdasan yang tak terkendali membuatnya menjadi anak yang sulit diatur dan keras hati. Mike pun dapat belajar sesuatu saat dia keluar dari zona nyamannya (dunia video game). Karakter Mike menggambarkan akibat yang bisa terjadi jika anak dibiarkan terus menerus bermain game tanpa kontrol orang tua.

  • Si Rakus Augustus

Augustus menjadi anak yang tidak berpikir sehat jika sudah dihadapkan dengan makanan favoritnya. Tujuannya hanya satu, rasa lezat. Hal itu pula yang membuatnya menderita di film ini. Sikap rakus Augustus bisa lebih terkendali jika dia belajar tentang senangnya berbagi.

  • Si Baik Hati Charlie

Lawan dari sikap buruk ke empat anak tersebut, ada Charlie. Si anak baik hati yang berasal dari keluarga miskin. Charlie mengajarkan anak-anak lain tentang mencintai keluarga, dan mau berbagi meski dia hanya punya sedikit. Charlie penuh digambarkan kreatif dan penuh energi positif. Anak dambaan setiap orang tua. Bagaimana Charlie bisa menjadi seperti itu? Kita pun bisa berkaca bagaimana keseharian Charlie di rumah bersama keluarganya.

Meski film Charlie and The Chocolate Factory ini dirilis tahun 2005 silam, tapi pesan dan nilai-nilai di dalamnya masih sangat related dengan kondisi di banyak keluarga saat ini. 

Tema Buku Cerita yang Dapat Membantu Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak

Anak yang sudah mulai sibuk sekolah dan punya dunianya sendiri, seringkali menjadi jauh dengan orang tuanya meski tinggal satu rumah. Bertemu hanya saat pagi dan sore saat energi telah habis dan ingin istirahat. Nah, buku cerita bisa jadi cara mempererat hubungan anak dan orang tua kembali. Buku cerita seperti apa ya yang asyik dibaca bersama?

  • Keluarga

Tema keluarga selalu jadi pilihan terbaik untuk dibaca bersama-sama anak. Biasanya tema ini akan mengajarkan anak untuk dapat belajar mengungkapkan perasaan, dan melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda. Saat anak merasa ada masalah dengan orang tuanya, sering kali dia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Apa yang membuatnya merasa tidak nyaman. Dengan membaca buku cerita yang sesuai, anak pun akan bisa melihat dari berbagai sisi.

  • Persahabatan

Saat anak mulai bersekolah, masalah-masalah dengan temannya pun mulai bermunculan. Jika orang tua masih kesulitan saat berbicara dengan anak tentang masalahnya di sekolah, bisa dimulai dengan membaca buku bersama. Tema persahabatan bisa menjadi cara orang tua mendekati anak secara halus agar bisa terbuka. Buku cerita yang bagus dan terasa sesuai dengan masalah yang dihadapi anak bisa menjadi solusi bagi mereka untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

  • Misteri

Rasa ingin tahu anak usia sekolah akan tumbuh semakin besar. Untuk menjembatani rasa penasarannya akan banyak hal, cerita-cerita misteri dapat menjadi teman yang baik. Seperti cerita tentang memecahkan kasus kucing hilang, atau suara-suara aneh di gudang, bahkan kisah di balik penculikan. Meski sedikit terdengar menakutkan, anak-anak akan merasa tertantang untuk bisa memecahkan misterinya. Pada akhirnya anak pun akan berusaha lebih berhati-hati.

  • Petualangan

Keberadaan gadget sekarang ini tentu berpengaruh akan jam bermain anak yang tadinya lebih banyak beraktivitas fisik, kini harus terbagi dengan dia di depan layar. Kisah petualangan bisa membangkitkan keinginan anak untuk kembali melakukan aktivitas fisik di luar. Seperti bermain di hutan, pantai, atau sekadar di taman dekat rumah. Petualangan dapat di mulai dari mana saja.

Kalau kebingungan mencari buku cerita anak dengan tema-tema di atas, tinggal ke rak buku KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) di toko buku. Pilihannya pasti banyak, deh. Selamat membaca bersama!

3 Kegiatan Sederhana yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Otak Anak

Saat anak masih bayi, kondisi otaknya belum berkembang sempurna. Untuk dapat memaksimalkan perkembangan otak si kecil agar sel-sel di dalamnya saling terhubung, dibutuhkan banyak rangsangan. Menurut penelitian 70% kemampuan otak balita akan berkembang dengan bermain. Permainan seperti apa yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan otak anak?

  • Mendengarkan atau Bermain Musik

Berdasarkan penelitian di Universitas Washington, bayi yang diperdengarkan musik mengalami peningkatan pengolahan otak. Hal ini akan berpengaruh baik pada kemampuan kognitifnya saat tumbuh besar. Selain itu, kemampuan mengengarnya pun ikut terasah.

  • Mengajak Berkomunikasi atau Merespon Baik Celotehnya

Berkomunikasi dengan bayi menjadi tahap awal bayi belajar bahasa. Otak si kecil pun akan dirangsang untuk dapat berbicara dan memahami apa yang sedang dikatakan orang di sekitarnya. Orang tua yang sering mengajak anaknya berbicara juga membangun kelekatan yang akan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya emosinya.

  • Mendongeng atau Membacakan Buku

Saat mendengarkan dongeng atau membaca buku cerita kemampuan imajinasi anak terasah. Mengenalkan buku sesuai usia anak juga menjadi cara bagi orang tua memupuk kecerdasan literasi si kecil. Si kecil jadi banyak belajar kosa kata baru dan mengenal dunia lebih luas dari yang dia lihat sehari-hari. Kemampuan memori dalam otaknya pun semakin ditingkatkan.

Nah, Ayah Ibu apa sudah meluangkan waktu melakukan 3 kegiatan tersebut setiap harinya? Selamat bermain dan belajar bersama buah hati.

photos source: unsplash.com