Merasakan Asyiknya Backpaker-an Bersama Jiha

Halo, Sahabat KKPK! Kamu pernah backpacker-an, nggak? Eh, jangan-jangan belum tau lagi backpacker itu apa. Singaktnya, backpacker itu salah satu cara jalan-jalan atau liburan yang praktis. Disebut praktis karena seorang backpacker jalan-jalan cuma membawa ransel tanpa hal-hal lain yang memberatkan. Contohnya membawa koper. Seorang backpacker cuma membawa barang-barang yang penting saja dan tentunya praktis.

Sebenarnya, jalan-jalan dengan cara backpacker ini lebih sering dilakukan oleh wisatawan mancanegara. Mereka jalan-jalan ke berbagai negara dengan hanya membawa tas ransel. Kalau kamu sering liat wisatawan mancanegara yang menggendong ransel besar di punggunnya, berarti mereka bisa disebut sebagai seorang backpacker.

Backpacker nggak melulu dilakukan oleh wisatawan mancanegara, kok. Wisatawan lokal juga bisa backpacker-an. Iya, jalan-jalan cuma membawa ransel.

Contohnya Jiha. Dia backapacker-an ke Yogyakarta. Tentunya tidak sendiri. Bahaya kalau sendiri, harus selalu ada yang mendampingi. Jiha berangkat ke Yogyakarta dari Bogor. Dia dibonceng naik motor oleh temannya yang bernama Abi.

Mereka ternyata nggak cuma berlibur ke Yogyakarta, loh. Sepanjang perjalanan mereka menyempatkan diri untuk singgah di beberapa tempat. Beberapa tempat yang mereka singgahi di antarnya adalah Semarang, Dieng, Magelang, dan juga Cirebon. Mereka juga sempat menikmati bermacam makanan khas yang di antaranya adalah Mi Ongkok di Dieng, Tauto di Pekalongan, dan makanan khas lainnya.

Mereka berdua backpacker-an selama 13 hari. Banyak yang telah mereka lalui. Kehujanan, tersesat, sampai ditilang polisi. Ada-ada aja, ya.

Tapi… saat berkunjung ke candi-candi, Jiha menangis. Kenapa ya Jiha menangis?

Mau tau kelanjutannya, nggak? Baca deh Little Backpacker karya Jihara Mafaza. Kamu bisa dapetin bukunya di Mizan Store.

Leave a comment