Komik Squishy Si Pinky: Mendidik Generasi Berkarakter Tanggung Jawab

Judul               : Squishy Si Pinky
Penulis           : Mutiara Sya’bani, dkk.
Penerbit          : DAR! Mizan
Terbit              : 2018
Tebal               : 88 halaman
ISBN               : 978-602-420-673-4
Presensi          : Al-Mahfud

            Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter positif yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan tanggung jawab, anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bisa dipercaya. Ketika berjanji, ia akan menepatinya. Ketika menjadi seorang pemimpin, ia akan menjadi pemimpin yang amanah. Banyaknya fenonena pejabat yang korupsi dan ingkar janji menandakan krisis sikap tanggung jawab. Di sinilah kemudian, menjadi penting untuk menanamkan sikap tanggung jawab sejak dini.  

            Banyak cara bisa dilakukan guna menanamkan sikap tanggung jawab tersebut,. Salah satunya adalah dengan media buku atau komik. Squishy Si Pinky adalah sebuah buku komik yang relevan dijadikan media menanamkan sikap tanggung jawab pada anak. Buku ini berisi lima cerita yang ditulis oleh Mutiara Sya’bani, Alifia Najwa Abidah, Abdurrahmansyah, Lilla Nabila, dan Azyan Alilah Rayesa. Karena ditulis oleh anak-anak, gaya bahasa dan cerita di buku ini menjadi semakin cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak pula.

            Tak sekadar cerita, buku ini juga disertai gambar. Gambar-gambar tersebut merupakan karya Gino, Via L. Dewanty, Tahta L. Benu, Gagat Ekasakti, Yaasiinta A. Cariens. Tak sekadar menarik, cerita-cerita di buku ini juga menyimpan banyak pelajaran hidup yang penting untuk diresapi anak-anak. Cerita berjudul Squishy si Pinky memberi kita pelajaran tentang pentingnya menepati janji dan bertanggung jawab. Cerita yang ditulis Mutiara Sya’bani dan disertai gambar dari Tahta L. Benu ini mengisahkan Pinky, seorang anak yang berjualan Squisy di sekolah.

            Karena terlalu bersemangat berjualan, Pinky sampai dengan mudah menerima banyak pesanan dari temannya. Padahal, Squisy yang ia jual tersebut adalah buatan kakaknya. “Hah? Ada sepuluh orang lebih yang pesan? Apa bisa kita penuhi?” tanya kakaknya dengan khawatir ketika mengetahuinya. “Bisa kak, tenang aja, nanti aku bantu membuatnya, kak,” jawab Pinky dengan santai. Teman-teman Pinky sebenarnya sempat meragukan Pinky, karena dulu waktu Pinky jualan gantungan kunci banyak pesanan yang tidak lekas ia kerjakan. Setiap kali ditanya, Pinky selalu beralasan antrean masih panjang.

            Kini, ia menerima banyak pesanan Squisy. Dua minggu kemudian, ternyata kekhawatiran teman-teman tersebut benar-benar terjadi. Ketika teman-teman mulai menanyakan Squisy pesanan mereka pada Pinky, Pinky tidak bisa menjawab. Padahal, mereka yang sudah memesan sudah membayar pada Pinky.

            Karena terus dikejar-kejar temannya, Pinky pun mengadu pada kakaknya. Kakak Pinky langsung menegur adiknya yang ceroboh. “Kakak kan sudah bilang, jangan terima uang sebelum barangnya siap?” Kakak pun meminta Pinky mengembalikan uang teman-temannya. Namun, ternyata Pinky sudah menggunakan uang tersebut untuk membeli boneka little pony. Kakak Pinky semakin kecewa. “Kamu harus tanggung jawab. Atau kakak laporkan kepada bunya,” kata kakak tegas. Pinky pun semakin khawatir. “Bunda jangan sampai tahu, kak. Nanti bunda marah dan kecewa,” kata Pinky.

            Karena kakak Pinky sangat menyayangi adiknya, akhirnya ia memaafkan dan tidak melaporkan adiknya itu pada bunda. Ia meminta Pinky mengambil catatan nama-nama temannya yang memesan squisy. Lalu kakak meminjami Pinky sejumlah uang untuk diberikan pada teman-temannya yang sudah memesah squisy sebagai ganti. Bahkan, kakak juga meminta Pinky mengembalikan uang teman-temannya yang memesan gantungan kunci namun tak dibuatkan. “Kembalikan juga uang mereka,” kata kakak. Pinky sangat berterima kasih pada kakaknya. Ia sadar telah melakukan kesalahan dan berjanji tak mengulanginya lagi.

            Kisah Pinky memberi pelajaran berharga tentang pentingnya bertanggung jawab atas janji yang sudah dibuat. Sebab janji adalah hutang yang harus dibayar dengan ditepati. Pinky telah lalai menerima banyak pesanan squishy, padahal ia belum tentu bisa membuatnya. Pesan pentingnya, jika tak bisa memenuhi suatu janji, sebaiknya kita tidak menjanjikan sesuatu. Sebab, jika janji tidak kita tepati, akan ada orang-orang yang akan kita rugikan. Di samping kisah tersebut, masih ada beberapa kisah lain yang juga menyimpan nilai-nilai penting, seperti kemandirian dan berbaik sangka dalam kisah berjudul Surat Cinta untuk Bunda dan Misteri Gembok Pagar.

            Akhirnya, buku komik ini menjadi salah satu media yang menarik untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak. Dengan membacanya, di samping membuat anak terhibur karena sajian cerita disertai gambar, juga membuat anak meresapi berbagai pesan penting tentang nilai-nilai tanggungjawab, kemandirian, dan sebagainya. Selamat membaca!