Komik Gara-Gara Ramen: Persahabatan Yang Sejati

Judul                   : Gara-Gara Ramen

Penulis              : Mutiara Sya’bani, Alifia Najwa Abidah, Athifa Cariessya Z., Chandra Hernaldi, Talitha Alifiyah

Kategori           : Buku Anak

Penerbit            : DAR! Mizan

Tahun Terbit  : November 2018

Halaman           : 88 hlm; 21 cm

ISBN                   : 978-602-420-708-3

Peresensi         : Yusrina Sri

Gara-Gara Ramen adalah buku anak yang merupakan seri Komik Kecil-Kecil Punya Karya yang terdiri dari lima cerita yaitu Gara-Gara Ramen oleh Mutiara Sya’bani, Bibir Persahabatan oleh Alifia Najwa Abidah, Kerudung yang Hilang oleh Talitha Alifiyah, Obat untuk Ibu oleh Chandra Hernaldi, dan Sepatu Baru Adinda oleh Athifa Cariessya Z. Kelima cerita tersebut mengisahkan hubungan persahabatan yang solid dan erat.

Seperti persahabatan empat sekawan Zahra, Aysha, Azka, dan Zeka dalam Bibit Persahabatan. Keempatnya kompak berencana menggalakkan peduli lingkungan dengan membagikan poster dan bibit untuk ditanam. Azka dan Zeka bertugas membuat poster sebanyak lima puluh poster, dan Zahra dan Aysha bertugas membeli bibit rambutan dan jambu sebanyak lima puluh bibit, yang kemudian mereka bagikan ke tetangga di blok tempat mereka tinggal.

Empat sekawan itu menunjukkan bahwa meskipun mereka masih kecil, meskipun tidak memliki banyak uang dan tenaga, mereka mampu menjadi pelopor kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, bagaimana agar masyarakat mulai peduli pada lingkungan sekitar, kepada tumbuhan, kepada sampah, dan sebagainya yang semua itu penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Mereka membuat poster dengan kreativitas mereka, lalu menggunakan uang kas persahabatan mereka untuk mencetak poster dan membeli bibit rambutan dan jambu, untuk kemudian dibagika ke masyarakat sekitar.

Kemudian kisah persahabatan antara Bayu, Brian, dan Satria. Ibu Bayu sedang sakit dan membutuhkan obat berupa racikan dari tanaman tradisional. Bayu berjanji akan mencari tanaman tersebut ke hutan. Brian dan Satria tidak tinggal diam. Mereka semangat membantu Bayu. Akhirnya tanaman-tanaman itu pun diperoleh, sehingga Bayu bisa membuatkan racikan obat untuk ibunya. Cerita ini tertuang dalam Obat untuk Ibu, di mana Brian dan Satria menunjukkan bahwa sahabat itu selalu ada di saat susah maupun senang, saling membantu dan menolong, ada di saat teman kesusahan dan bersedih.

Lain lagi dengan kisah Sepatu Baru Adinda, yang bercerita tentang persahabatan antara Lala dan Adinda. Adinda yang merupakan anak seorang penjual gorengan di sekolah mereka terpilih untuk mengikuti lomba lari tingkat kecamatan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, namun Adinda merasa sedih dan galau karena sepatunya telah rusak dan tidak layak dipakai untuk lomba, sementara ia takut ibunya tidak memiliki uang untuk membeli sepatu baru. Lala yang mengetahui hal itu secara diam-diam mengumpulkan uang jajannya selama satu bulan untuk ia tabung dan belikan sepatu baru untuk Adinda. Menjelang waktu lomba, Lala menghadiahkan sepatu baru kepada Adinda yang kemudian Adinda ganti dengan piala kemenangan. Lala sangat bahagia, begitupun Adinda yang sangat bahagia bisa memenangkan lomba lari tersebut demi Lala dan sekolahnya. Mereka bahagia memiliki sahabat sejati satu sama lain.[]