Buku The Amazing Family: Menghadapi “Bullying” di Sekolah

Judul Buku      : The Amazing Family

Penulis            : Najla Nurdiany P.

Penerbit          : Dar! Mizan

Cetakan           : I, Januari 2019

Tebal               : 80 halaman

ISBN               : 978-602-420-737-3

Peresensi         : Sam Edy Yuswanto

            Bullying atau mengganggu (merundung) orang lain dengan cara-cara yang tak menyenangkan, masih kerap terjadi di sekolah-sekolah, mulai tingkat sekolah dasar hingga bangku perguruan tinggi. Bagaimana cara menghadapi anak yang gemar membully teman-temannya? Selain perlu bimbingan khusus dari guru dan orangtua di rumah, juga diperlukan sikap tegas dari pihak sekolah bagi anak yang terbukti merundung teman-temannya. Misalnya, berupa hukuman yang mendidik. Tujuannya agar anak merasa jera dan tak lagi melakukan bullying yang berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Novel genre anak ini berkisah tentang Ratih, seorang anak perempuan yang mengalami perundungan di sekolah. Suatu hari, saat Ratih hendak menyantap bekal makanan dari rumah, tiba-tiba Rika datang menghampirinya. Lantas merebut lauk berupa sosis milik Ratih. Selain merebut, Rika juga mengucapkan kata-kata ancaman terhadap Ratih (hlm 50).

Selama ini, Rika memang dikenal sebagai siswi yang nakal. Ia gemar merundung atau merisak teman-temannya. Salah satunya Ratih. Maka tak heran bila tak ada anak yang mau bergaul dengan Rika. Namun, Ratih berusaha untuk tidak melawan perlakuan buruk Rika. Ratih ingat pesan mamanya, jika ada yang mengganggu, diamkan saja alias jangan dilayani. Anak yang nakal bila didiamkan tentu lama-lama akan bosan sendiri.

Untunglah, Rika masih memiliki teman-teman yang baik dan menyenangkan. Ia juga bersyukur memiliki Faiz, adik semata wayangnya yang lucu serta kedua orangtua yang penyabar dan penyayang. Kedua orangtua Ratih adalah sosok yang patut dijadikan teladan oleh para orangtua karena selain bertanggung jawab, juga sangat menyayangi dan mencintai anak-anaknya (hlm 56).

Ada satu kebiasaan positif yang dilakukan oleh Ratih sebelum tidur. Ia selalu menuliskan kejadian yang dialami sehari-hari di dalam buku diary. Hingga pada akhirnya, hobi menulis diary tersebut mendatangkan sebuah keberuntungan besar baginya. Ratih menjadi termotivasi untuk menulis novel tentang kebaikan keluarga yang dimilikinya. Terbitnya novel ini layak diapresiasi dan dapat dijadikan sebagai bacaan menghibur dan mendidik untuk anak-anak di rumah.