6 Langkah Menjadi Reporter Cilik

Halo sahabat KKPK! Kamu sering liat berita di TV, gak? Kalau iya, pasti kamu udah akrab dong sama yang namanya “reporter”. Itu loh, orang tugasnya bertanya-tanya kepada narasumber. Narasumber itu orang yang ditanya-tanya biar kamu dapet informasi yang ingin kamu tau. Asyik loh jadi reporter seperti kakak-kakak yang sering muncul di TV. Kamu bisa dapet banyak manfaat kalo jadi reporter, apalagi jadi reporter cilik.

Kamu mau gak belajar jadi reporter?

Yuk, belajar menjadi reporter cilik.

Tapi… tunggu dulu. Kamu pasti pengen tau kan apa enaknya belajar jadi reporter? Kalo kamu belajar jadi reporter kamu bakal jadi orang yang lebih percaya diri, kemampuan bicara dan menulis kamu jadi lebih baik, pengetahuan kamu jadi lebih luas, dan yang jelas kamu bisa berkarya. Asyik, gak? Nah, ini yang kamu harus latih kalo kamu ingin jadi reporter:

  • Lafal

Pertama, kamu harus bisa mengucapkan bunyi bahasa yang jelas dan benar biar orang-orang tau apa sih yang kamu omongin. Kalo kamu salah mengucapkan, bisa jadi orang-orang salah mengerti apa yang kamu maksud. Sebagai reporter, kamu juga harus menggunakan bahasa baku.

  • Volume suara

Ini juga penting, saat kamu mewawancara seseorang, kamu harus bisa mengatur volume suara kamu. Jangan ngomong terlalu lembut, nanti gak kedengeran. Jangan juga ngomong terkaku keras, nanti dikira gak sopan. Atur volume suara kamu sebaik mungkin, yang bisa didengar oleh orang yang kamu wawancara. Jangan lupa gunakan bahasa yang baik dan benar.

  • Intonasi

Kamu juga harus memperhatikan nada dan tekanan dari kalimat kamu. Intonasi yang berbeda bisa mempengaruhi makna. Jadi, bisa aja orang yang kamu wawancara salah mengerti apa yang kamu maksud karena intonasi kamu kurang jelas.

  • Tempo suara

Saat kamu wawancara, jangan ngomong terlalu cepat atau juga terlalu lambat. Kalo kamu ngomongnya kecepetan, orang yang kamu wawancara pasti susah mengikuti kalimat kamu.

  • Ekspresi wajah

Inget ya, jangan masang muka datar! Nanti yang ada orang yang kamu wawancara jadi takut lagi. Kamu harus belajar mengatur ekspresi wajah kamu. Saat wawancara, usahakan kamu menampilkan ekspresi wajah yang ramah dan hangat.

  • Kontak mata

Saat wawancara, kamu harus melakukan kontak mata kepada narasumber. Iya, tatap mata narasumber kamu. Jangan alihkan pandangan kamu. Dengan begini, narasumber akan merasa diberi perhatian dan kamu gak kehilangan konsentrasi saat mewawancara.

Gampang, kan? Itu 6 dasar yang perlu kamu pelajari kalau mau jadi reporter cilik yang baik. Oh, iya, ngomong-ngomong soal reporter, ada komik bagus nih buat kamu. Dijamin deh pengetahuan kamu tentang reporter bakal bertambah.

Nama komiknya Reporter Cilik, kamu bisa dapetin komik ini di Mizan Store.

Leave a comment