KKPK Serunya Uji Nyali: Melatih Keberanian Sejak Dini

Keberanian dalam diri tidak hadir begitu saja pada setiap orang. Harus ada latihan. Harus dipupuk sejak dini. Sebenarnya, jika diperhatikan anak-anak sejak kecil tidak punya rasa takut. Hanya saja, pola mendidik anak terkadang orangtua memilih untuk menakut-nakuti, juga pengaruh cerita dan film genre horor yang lambat laun ikut diakses oleh sang anak.

Karena hal tersebut, rasa berani anak menjadi terkikis. Karenanya perlu ada latihan agar anak kembali menumbuhkan rasa beraninya. Di sekolah-sekolah, biasanya ada uji nyali atau juga biasa dinamakan jurit malam untuk melatih keberanian dan mental siswa dan siswi.

Kisah-kisah tentang uji nyali bisa menjadi pelajaran sekaligus latihan keberanian anak-anak. Seperti kisah yang ditulis oleh Naura Athaya Sharif, penulis anak berusia 10 tahun yang sekolah di SD Purwantoro 8 Kota Malang ini. Judul cerita yang dia tulis adalah Serunya Uji Nyali.

Cerita ini bercerita tentang Iqbal, Dinda dan Aldo. Mereka adalah teman sesekolah. Suatu ketika sekolah mereka mengadakan kompetisi uji nyali. Kompetisi akan diadakan di hutan hujan monster. Setiap anak akan memilih di zona mana mereka akan melakukan kompetisi.

Iqbal, Dinda dan Aldo mendapatkan tempat yang sama yaitu zona horor. Cara memenangkan kompetisi adalah siapa yang lebih dulu menemukan kotak berisi benda misteri. Mereka pun masuk ke tempat zona horor, mereka harus mencari peta dulu. Ternyata, Dinda menemukan peta tersebut.

Tetapi, ternyata Dinda tidak bisa membaca peta dan meminta bantuan Iqbal untuk membaca. Setelah Iqbal membaca peta, akhirnya Iqbal mengajak Dinda dan Aldo ke sebuah rumah untuk mencari kota misteri tersebut. Mereka bersusah payah membuka rumah yang pintunya besar.

Mereka mendapati tiga labirin pohon. Aldo memilih labirin kanan, Dinda memilih tengah dan Iqbal terpaksa memilih kiri. Suasana sangat gelap. Untung saja Iqbal membawa senter, dan ternyata Iqbal menemukan rumah tersebut.

Ketika Iqbal membuka pintu, banyak kalelawar dari dalam rumah beterbangan keluar. Ketika masuk rumah, senternya menerangi tembok yang bertuliskan “jangan injak gambar tengkorak.” Sontak Iqbal jadi takut dan tidak menginjak lantai yang bergambar tengkorak.

Iqbal pun lari menaiki tangga dan ada gambar kepala singa yang mengagetkan. Ternyata di lemari buku ada tombol yang membawa Iqbal menemukan kotak yang dicari dan dia menemukan jalan keluar.

Ketika pengumuman, Iqbal sebagai penemu kotak misteri menjadi pemenang. Dia membuka kotak tersebut yang ternyata berisi kunci ruang studio musik di sekolah. Jadi, Iqbal dengan kunci tersebut dibolehkan menggunakan studio tersebut kapan saja (halaman 21). Iqbal pun senang, karena keberaniannya dia mendapatkan sesuatu yang menyenangkan.

Mental berani memang akan sangat bermanfaat bagi anak-anak di masa depan. Maka buku anak ini, cocok dibaca oleh banyak anak agar menjadi pemberani. Sebuah buku anak yang tipis, tetapi menarik bagi anak karena ada gambar dan ilustrasi yang menarik dan lucu, yang meski begitu juga sarat makna. Selamat membaca!

 

resensi: Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Leave a comment